Menyoal THR dan Gaji ke-13 ASN di Tengah Pandemi Corona

KONFRONTASI-Bila penangkapan saya benar, dari pemberitaan di sejumlah media, ada kesan semacam kebimbangan pemerintah, apakah tahun ini akan tetap memberikan THR dan gaji ke 13, atau tidak. Tentu semuanya berargumentasi Covid-19 dan dana APBN yang sedang cekak untuk memerangi wabah ini. Kini ASN/TNI/Polri harap harap cemas menunggu keputusan Presiden Jokowi dan Menkeu Sri Mulyani. 

Menanggapi wacana ini, sebaiknya Pemerintah tetap membagikan THR dan Gaji ke 13. Jangan ada kesan bimbang dan ragu sedikitpun. Makin cepat dibagikan makin baik. Kenapa? 

1. Pemerintah sendiri menyerukan agar swasta tetap memberikan THR. Masa pemerintah sendiri tidak konsekuen? Pemerintah itu lebih besar dan kuat keuangannya masa tidak bayar THR? Pastilah akan dicontoh swasta! Lagipula seingat saya, gaji ke 13 itu sudah diatur dalam UU jadi tidak bisa begitu saja di anulir. 

2. Tentunya ASN termasuk Polri, dan TNI sudah lama merencanakan penggunaan uang THR dan gaji 13 tsb. Jadi pembatalan tentu akan amat menyulitkan keuangan mereka. Dan dampaknya dapat dipastikan bergulir negatip. 

3. Secara ekonomi, justru uang THR dan gaji ke 13 ini amat membantu menggerakkan ekonomi karena umumnya segera di belanjakan dan bergulir sebagai konsumsi. 

4. Jangan sampai di satu sisi pemerintah menggulirkan stimulus atau insentif ekonomi tetapi di lain pihak menjalankan kebijakan disinsentif dengan mengorbankan ASN. 

5. Dalam pengamatan dan pengalaman saya, dalam situasi sekarang ini, dalam masyarakat yang masih menjalankan extended family system, ASN mau tidak mau terbebani keluarga yang terdampak ekonomi Covid-19. 

Dengan uraian diatas, dalam situasi sekarang ini justru moral ASN dan TNI harus dijaga. 

Dengan kata lain, sekarang ini memikirkan pembatalan THR saja sudah suatu kesalahan atau “dosa”, apalagi merealisasikannya.

 

Jakarta, 7 April 2020

____________

Oleh: Fuad Bawazier, Mantan Menteri Keuangan RI

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA