15 December 2019

Menuntut Pembebasan SBP, Rizal dan Jamran

Oleh: Muslim Arbi
Koordinator GALAK Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi

SBP, Dr Ir Sri Bintang Pamungkas, Tokoh dan Aktifis yang tidak kenal berjuang untuk Bangsa ini yang di cintai nya. Hampir 50 tahun usia nya di habiskan untuk berjuang.

Beliau adalah seorang Mujahid sejati. Dosen Universitas Indonesia yang pernah di Penjara di Era Rezim Orde Baru, tidak pernah berbenti menyuarakan kebenaran dan Keadilan atas Anak anak Bangsa di Negeri ini. Kini SBP, teman2 akrab nya menyebut suami dari Ernawati ini, ditangkap dan di tahan lagi.

Jumat Pagi, beberapa jam jelang Aksi Bela Islam Jilid IIl, 2 December lalu atau di kenal dengan Aksi Super Damai 212, Bintang dan sejumlah Tokoh dan Aktifis  di Tangkap oleh Polisi dan di Bawa Ke Mako Brimob dengan Tuduhan Makar.

Rachmawati Sukarno Putri, Ratna Sarumpaet, Mayjen (Purn), Kivlan Zein, Brigjen Purn, Aditiawarman Taha, Ahmad Dhani, Eko dan Firza Husein yang di Tangkap bersama dengan Sri Bintang Pamungkas, di Lepas duluan setelah di Tetapkan Tersangka.

SBP, Rizal Kobar dan Jamran Amju, setelah di Tangkap lalu di Tahan di Polda Metro Jaya. SBP di tuduh makar tapi juga di anggap menghasut. Sedangkan, Rizal yang di ciduk di Sevel Gambir dan Jamran di ambil di Kamar sebuah Hotel itu di kenal pasal pelanggaran UU ITE.

Publik bertanya, bagaimana mungkin Polisi bisa mengubah tuduhan dgn cepat bagi SBP dari Makar menjadi menghasut dan bagi Rizal dan Jamran dari Makar menjadi melanggar UU ITE. Agak susah memahami, logika hukum dan alasan yang mendasari penangkapan dan penahanan ini. Kesan nya sangat di paksakan sekali.

Bisa juga dalam penangkapan dan penahanan atas SBP DKK ini seolah memberi legitimasi atau pembenaran bahwa Makar itu benar adanya. Bahkan sebuah Media Indonesia, milik Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh menulis, “Makar itu ada”. Seperti nya penangkapan ini kejar setoran bahwa barang itu ada, meski susah membuktikan nya. Sehingga Polisi mengubah ubah tuduhan dan sebagian yang sdh di tangkap dan di jadi kan tersangka tapi di lepas lagi.

Mencermati, penangkapan dan penahanan yang tersisa dalam “Proyek Pengamanan” Jumat dini hari dan Subuh itu atas SBP, Rizal dan Jamran, sebaik nya di lepas saja. Karena penangkapan ini menjadi Bukti kuat bahwa Rezim ini dianggap Paranoid, seperti yang di dituduhkan oleh Ibu lily Wahid, dan di kritik keras oleh sejumlah elemen sebagai Anti Demokrasi dan Tirani.

Bahkan, penulis melihat ada upaya provokasi oleh Polisi dalam penangkapan dan penahanan ini karena di lakukan jelang Aksi Damai Umat Islam Bela Alquran.

Juga menjadi persoalan adalah, Para Tokoh dan Aktifis yang di Tangkap dan di tahan itu adalah Orang2 Kritis dan sangat Keras Bersuara agar di Penistaan Agama, Basuki Tjahaja Purnama, (Ahok) yang sudah Tersangka itu di Tangkap dan di tahan. Tapi kenapa mereka yang d Tangkap dan di Tahan?

Bahkan bisa saja penangkapan dan penahanan ini, kalau melihat dari tuduhan yang di ubah2 itu, sebagai sebuah pesanan. Katakan saja, di Pihak si Penista karena di beking oleh Taipan dan Cukong yang kuat, maka bisa saja penangkapan dan penahanan ini beraroma “Order Kilat”. Kalau yg seperti ini yang benar benar terjadi, maka ambruk dan rontoknya moral dan mental aparat kita.

Walhasil, sebaik nya SBP, Rizal dan Jamran segera saja di lepas tanpa syarat, jika Rezim ini mau bangun Kondisi Perpolotikan Nasional secara sehat dan Demokrastis. Atau sebalik nya Istana mau bikin gonjang ganjing dan goncangan baru dalam penangkapan dan penahanan Para Tokoh dan Aktifis itu sebagai pengalihan isu atas Kegagalan nya menata Ekonomi dan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara?.[***]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...