Malam

Oleh:  Ahmad Zacky Siradj
· 

Suatu malam kawan ceritra, tentang pujaan yang telah kembali kealam baqa, ia menjelma bagai nyata, dengan mengenakan gaun hitam yang membayang, datang keperaduan, mengundang hasrat tuk bermesraan, namun sayang disayang, sekejap hilang, karena muncul dalam dilintasan impian...
 
Segera ia bangun sedikit tafakur syukur, lantas shalat dipertigaan malam, karena beker yang tergeletak diatas meja kerjanya, menunjukan pukul dua lebih tiga puluh menitan...lantas ia berdo’a, ya tuhan, tenangkanlah arwahnya di alam kubur, lalu dikirimkannya fatihah...kepadanya...
Seperti setengah sadar, ia buka pintu depan duduk santai diberanda, angin malam berhembus pelan, sambil melihat bintang-bintang bertaburan, menghias langit dikegelapan malam...malam yang membahagiakan...katanya, tak lama adzan shubuh pun mengumandan ...memanggil ummat mengajak meraih kemenangan...
 
Malam-malam berikutnya tak pernah lagi ia memimpikannya, tapi canda rayu kegenitannya adalakanya muncul sekelibatan dikepulan asap kopi yang masih panas...yang cukup menantang...
Dan, dipertigaan jalan sebelah pojok kanan, terdapat tenda memanjang, ada tukang pecel lele yang banyak dikunjungi orang, suatu saat, malam yang direncakan, bersama para aktivis lain teman-teman seperjuangan, diskusi hangat sepanjang malam...tentang korupsinya para pemegang kekuasaan...
 
Suatu ketika diundang untuk ceramah dikota hujan, lepas pukul sebelasan acara selesai, seusai menjawab seluruh pertanyaan, lalu diajaknya makan malam, didekat pasar dipinggir jalan, nasi goreng kambing dicampur petey... nikmatnya...alhamdulillah...seakan ingin mengulang...pulang malam...makan malam...
(.azs, 20112020).
 
 
 
 
 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...