17 August 2018

LGBT dan Melawan Ajaran Alquran

Oleh: Tb Ardi Januar

Bagi orang Islam Alquran adalah kitab suci. Kalam Ilahi yang menjadi pedoman dan aturan main hidup di bumi. Alquran juga menjadi referensi dan bekal untuk menjalani kehidupan setelah mati.

Bagi orang Indonesia Alquran bukan sekadar kitab suatu agama. Tetapi juga menjadi sumber rujukan dasar negara dan tertuang dalam sila pertama. Ajaran Alquran berperan penting dalam sejarah kemerdekaan Bangsa. Dan itu termaktub dalam mukadimah UUD 45.

Negeri ini bukan milik satu golongan. Tetapi aturan bernegara dan aturan beragama tidak boleh dipisahkan. Melainkan harus diselaraskan dan diejawantahkan dalam setiap sendi kehidupan.

Beberapa ajaran dalam Alquran memang ada yang harus diperjelas oleh sabda Nabi. Bahkan butuh ditafsirkan kembali oleh ulama dan kiai. Tetapi ada juga perintah dan larangan yang sudah jelas dan tegas. Tak perlu lagi untuk dibahas.

Alquran melarang korupsi. Itu jelas tertera dalam Surat Albaqarah 188. Alquran melarang narkoba. Itu jelas dalam Surat Al Baqarah 219. Alquran juga dengan tegas melarang bahkan melaknat LGBT. Hal itu bisa kita simak dalam Surat Al A’raf 80-81. Dan seterusnya dan seterusnya.

Buat apa lagi perintah tersebut diragukan? Buat apa lagi larangan itu diperdebatkan? Buat apalagi ajaran itu dipertentangkan dengan dalih HAM dan kebebasan?

Kita masih berprilaku sama. Sama-sama belum sempurna. Sama-sama masih terbuai dengan kenikmatan dunia. Sama-sama kerap berbuat khilaf dan dosa dengan kesadaran dan disengaja.

Tapi setidaknya kita jangan pernah berhenti memahami ajaran agama. Jangan pernah menista Alquran dengan tidak mempercayai isi kandungan dan ajarannya. Apalagi sampai disebarkan kemana-mana. Aturan negara seolah harus dipisah dengan ajaran agama.

Plis deh, selama kita masih takut kelaparan dan hanya seketika mengingat Tuhan saat tertimpa ujian, sebaiknya jangan pernah mendebat ajaran Alquran. Pinternya jangan kelewatan, kritisnya jangan keterlaluan. Kenapa? Karena Alquran adalah wahyu dari Zat yang menciptakan otak kalian.

Daripada berdebat soal LGBT dan berlindung di balik hak asasi, lebih baik sama-sama berusaha perbaiki diri. Gua percaya gay dan lesbian bisa diatasi. Gua percaya mereka bisa kembali ke fitrah yang hakiki. Sebagaimana gua percaya pecandu narkoba bisa direhabilitasi.

Jangan karena menulis kayak begini lantas gua disebut sudah alim dan berhijrah. Jangan juga menuduh gua sebagai garis keras pendukung khilafah. Gua cuma sebel liat mereka yang sok pinter dan sok gagah. Mati-matian membela nafsu dan seolah ajaran Alquran yang salah.[***]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...

Berita Terkait