22 July 2018

Kunjungan Raja Salman, Indonesia dan Dunia Islam

Oleh: Muslim Arbi,
Presidium Front Perjuangan Muslimin Indonesia (FPMI)

Sebagai Muslim dan bagian dari Bangsa Indonesia, kami, mengucapkan selamat datang kepada Yang Mulia Raja Salman bin Abdul Aziz,  Khadimul Kharamain dan Rombongan nya.

Semoga Allah SWT Pemilik Alam Semesta dan Pemilik Kabaah, Baitullah senantiasa memberkahi Tuan dalam mengelola Pemerintahan mu dan menjaga Haramain, Makkah dan Madinah.

Tentunya, Tuan Salman sudah mengetahui bahwa Indonesia adalah sebuah Bangsa dan Negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Menurut Statistik sekitar 85 persen negeri ini adalah Muslim. Meski demikian kehidupan berbangsa dan bernegara kami berdasar Pancasila dan UUD45 seperti yang telah diperjuangkan Para Founding Fathers dengan harapan menjadi Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafur. Negeri yang berkah di bawah Ridho dan Ampunan Allah SWT.

Setelah menempuh perjalanan panjang sejak di Proklamasikan 1945 hingga saat ini Negeri ini mulai mencoba menerapkan Demokrasi sebagai instrumen bernegara meski demokrasi yang cenderung liberal ini belum sepenuhnya sesuai dengan Dasar Negara dan Konsitusi yang ada. Malah belakangan politik kekerasan yang kurang menghargai keadilan bagi Mayoritas Bangsa ini.

Alquran dan Ulama kami diperlakukan secara tidak adil sebagai mana yang Tuan Salman ketahui melalui media pemberitaan atau info2 lainnya. Maka sikap Rezim Kami yang Kurang menghargai Suara2 Mayoritas dalam alam demokrasi sangat dirasakan sebagai Potret ketidakadilan Rezim yang di anggap menindas.

Kami menghargai dan memberi apresiasi atas kehadiran Tuan Salman dan Rombongan atas Kunjungan balasan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu ke Negeri Tuan. Semoga kunjungan ini memberi manfaat bagi Bang Indonesia dan juga bagi Dunia Islam. Karena Antara Arab Saudi dan Republik Indonesia berada pada posisi yang cukup di perhitungkan di organisasi Islam Dunia dan Kawasan Asia Afrika.

Kunjungan ini bisa mempererat silaturahmi dua Bangsa Muslim Arab Saudi-Indonesia dan perkuat ukhuwah Bangsa Arab dan Bangsa Indonesia. Apalagi mengingat peran Pejuang2 Berbangsa Arab di Indonesia semisal AR Baswedan, Hamid Algadri dan lain2 juga Pahlwan Diponegoro yang bernama  Asli Abdul Hamid dalam perang Diponegoro (1825-1830) adalah seorang Sayyid berkebangasaan Arab.

Apalagi, jauh sebelum itu kedatangan Para Penyiar Islam dari Hadramaut ke Nusantara ini dan sekarang sudah ber anak keturunan yang sudah menyatu sebagai Bangsa Indonesia. Jadi antara Bangsa Arab dan Bangsa Indonesia sudah terjalin pertalian sejarah panjang.

Maka, kunjungan Tuan Salman yang sebelumnya 47 tahun lalu kami kedatangan Raja Faisal adalah selalu terjalin ukhuwah Imaniah dan Wathaniah semakin kuat. Apalagi di setiap saat Jamaah Umroh selalu mengunkungi Haramain dan Tiap Tahun Ratusan ribu Jamaah datang ke Tanah Suci untuk tunaikan Ibadah Haji.

Maka dapat di katakan pertalian Sejarah berbangsa antara Arab Saudi dan Bangsa Indonesia semestinya di perkuat dengan saling bantu membantu. Tersebar berita bahwa kedatangan Tuan Salman dengan Rombongan yang cukup besar 1500 orang, 10 Mentri dan 25 pangerang tentunya dalam rangka perkuat hubungan keakraban dan persahabatan sebagaimana di maksud di atas dan membawa investasi $ 25 Miliar atau setara dengan Rp 335 Triliun.

Kami juga tidak rela arah perpolitikan penguasa negeri ini yang cenderung sangat kuat menjalin hubungan antara Jakarta dan Beijing yang melahirkan berbagai kecurigaan dalam tata kelola pemerintahan sekarang, terutama sekali yang sangat terasa adalah sikap tidak bersahabat kepada Para Ulama Pejuang yang nyaring suarakan Kebenaran dan Keadilan di perlakukan Tidak Adil.

Malah Penista Alquran dan Ulama di lindungi Penguasa. Sehingga Ibukota Negeri ini masih di pimpin oleh seorang Terdakwa Penista Alquran, sebagai mana yang sudah Tuan Salman ketahui.

Jutaan Massa Umat Islam lakukan Aksi agar si Penista Alquran itu di penjarakan agar menjadi pelajaran pun Rezim ini seperti Tidak Peduli. Padahal menurut Hukum Islam Penista dan Peng olok2 Alquran itu mesti di Hukum Mati.

Mengingat Mayoritas Muslim Indonesia dan juga posisi Arab Saudi dalam percaturan Dunia Islam, maka menjadi kewajiban kita bersama untuk memikirkan Nasib Palestina dan Bangsa2 Muslim lainnya yang masih  tertindas. Seperti Rohingya misal nya dll. Mari Mendukung Berdirinya Negara Palestina dengan segera.

Sudah saatnya antara Arab Saudi dan Indonesia membangun sebuah kebersamaan Dunia Islam Tanpa Pengkotak kotakan Mazhab dan Aliran. Islam adalah Satu, Kaum Muslim adalah satu. Kita harus selalu perkuat Ukhuwwah dan Persatuan dan Tinggalkan Perpecahan sebagai mana yang di pesan kan oleh Al Qurnul Kariim.

Selamat datang ke Negeri Muslim Terbesar. Selamat mendatangi Bangsa Indonesia. Selamat Menikmati Alam Indonesia yang di Anugerahi Oleh Allah SWT.

Semoga Allag SWT membalas kebaikan Khadimul Kharamain Tuan Salman dan Rombongan nya dengan Pahala yang Berlipat Ganda. Aamiin

Semoga Allah SWT Memberkahi Bangsa Arab dan Bangsa Indonesia dan Dunia pada Umumnya.

Allahumma shalli ala Muhammad wa Aalihi wa shahbihi ajmain.

Wallahu'alam

Walhamdulillah

 

Category: 

Berita Terkait

Loading...