21 November 2018

KPK, Tangkap Penerima Dana E-KTP dan Nyanyian Gamawan Fauzi

Oleh: Muslim Arbi*

Sebelum KPK lakukan Langkah Tangkap Penerima Dana Korupsi E-KTP, perlu di usut dahulu nyanyian Gamawang Fauzi Mantan Mendagri SBY, tentang keterlibatan Agus Raharjo dalam kasus E-KTP. Kenapa demikian? Menurut mantan Gubernur Sumbar itu, dugaan keterlibatan Agus Raharjo dalam kasus E-KTP karena waktu itu Agus adalah Ketua Panitia Lelang.

Nyanyian Gamawang ini, perlu di tindak lanjuti oleh KPK. Ga mungkin Gamawang bicara begitu kalau dia tidak punya bukti. Jangan sampai KPK mau berantas tindakan pemberantasan tipikor, sedangkan ketua nya sendiri "tidak bersih".

Oleh karenya, KPK harus di bersihkan dahulu, sebelum KPK lakukan langkah penangkapan terhadap sejumlah Anggota DPR, Komisi II,
 2009-2014 yang sudah di beritakan luas terima dana bancakan E-KTP yang di taksir kerugian negara Rp 2,5 Triliun dari Dana APBN E-KTP Rp 6 Triliun.

Pembersihan KPK dari dugaan korupsi yang disebutkan oleh Gamawang Fauzi, Mantan Bupati Solok itu, adalah dengan menon-aktif kan Agus Raharjo dari Ketua KPK dan dibperiksa oleh Dewan Etik KPK.

Tidak mungkin sapu yang kotor dipakai untuk bersihkan sampah. Maka, dalam kasus E-KTP ini, omongan Gamawang Fauzi perlu di sikapi dengan adil. Artinya Agus Raharjo perlu di non aktifkan dan di periksa Dewan Etik KPK.

Jika, tidak di respon nyanyian Gamawang itu dapat di anggap sebagai alasan bela diri dari dugaan korupsi yang seret nama nya. Gamawang di sebut terima juga dana E-KTP. Gamawang disebut JPU KPK terima 4,5 juta dolar AS dan Rp 50 juta.

Mencemati Kinerja KPK di bawah Agus Raharjo ketika tangani Kasus Dana E-KTP ini rada aneh. Kenapa di katakan aneh? Karena Penerima Dana E-KTP itu sudah jelas dan dikatakan sudah kembalikan Rp 250 Miliar dari Rp 2,5 Triliun yang di korup ramai2 oleh anggota DPR Komisi II,  2009-2014 itu. Berarti barang bukti nya sudah ada, kenapa tidak langsung tersangka dan tangkap?

Tapi malah, sebelum JPU KPK sebutkan nama2 dalam sidang atas Tersangka 2 mantan bawahan  Gamawang Fauzi di Kemndagri, yaitu Irman dan Sugiharto yang sekarang sudah mendekam di tahanan KPK, ketua KPK Agus Raharjo ber opini di media soal nama2 besar yang di duga terlibat dalam kasus korupsi dana E-KTP sebagaimana di sebutkan di berbagai berita.

Memang di lematis, jika KPK main tangkap sejumlah nama seperti, Setya Novanto, Ganjar Pranowo, Anas dan juga Gamawang Fauzi, lalu Gamawang karena di tangkap KPK lalu sebutkan Agus Raharjo terlibat dalam kasus E-KTP ini, berarti KPK lakukan tindakan blunder.

Apakah pertimbangan di atas oleh Pimpinan KPK untuk tidak segera menjadikan tersangka nama2 besar dan membuat opini di media dan akhirnya di sebutkan oleh JPU KPK dalam persidangan ketimbang harus bertindak lebih kongkrit? Apakah tindakan pimpinan KPK itu adalah upaya selamatkan ketua KPK, yang terseret dalam kasus ini?

Oleh karena itu, nyanyian Gamawang Fauzi soal dugaan keterlibatan Agua Raharjo dalam kasus yang gemparkan Negeri ini, perlu di usut dan di tindak lanjuti oleh KPK. Publik perlu mengawal ini. Biar kasus ini benar masuk dalam ranah tipikor. Jangan di jadikan alat tawar menawar dan negosiasi politik.

*Koordinator Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...