23 November 2017

Kertas-kertas Jokowi di G20

Banyak menyebar viral video-video dimana Jokowi tengah membolak-balik catatan dan kertas ukuran A4 dalam sessi pidato dan wawancara di sela pertemuan tinggi G20 di Hamburg.

Video tadi sangat terganggu dengan bunyi kertas dan gesture Jokowi yang seperti orang kebingungan ketika membolak-balik kertas-kertas tadi untuk mencari contekan. Ia seperti tidak dapat menangkap pembicaraan dari penanya atau materi yang sedang disampaikan karena sibuk mencari-cari jawaban. 

Baiklah, dari beberapa pidato yang disampaikannya kita dapat menangkap bahwa Jokowi atau tim delegasi Indonesia tidak memahami poin-poin pentingnya pertemuan G20 tahun ini di Hamburg. Ia berbicara umum dan tidak menjawab pertanyaan dari para penanya dengan baik. Padahal di sessi panel tinggi ini, pengamat akan dapat menyimpulkan kira-kira siapa yang akan menjadi supir dari program raksasa program pembangunan internasional ke depan.  

Bila kita mendengarkan pidato Presiden dari Negara anggota lainnya, maka kita akan mendapatkan satu sudut dimana mereka menempatkan negaranya dalam pertemuan untuk kerjasama yang efektif dalam waktu dekat. 

Tidak ada yang tidak dapat difahami dari apa yang mereka sampaikan, dan mereka secara tegas menempatkan kepentingan dalam negeri. Misal apa yang disampaikan presiden Meksiko, Argentina, dan India adalah usulan modifikasi dari CPIA 2005 (Annual Countries Policy and Institutional Assesment). Mereka ingin lebih banyak paralel implementation unit (PIUs) yang memberikan Negara anggota penerima donor diberi keleluasaan melakukan interpretasi, definisi dan kriteria yang nantinya akan menjadi program prioritas pembangunan di negaranya. 

Sikap Negara-Negara actor tradisional (AS, Jepang, Jerman, Inggris, Prancis (OECD)) juga masih jelas. Meski kita melihat ada perbedaan sikap antara Jerman dan AS namun mereka sepakat bahwa bis pembangunan ke depan tetap harus mereka yang menyupiri.

Kanselir Merkel tentu akan menimbang apa yang akan disampaikannya dapat mempengaruhi posisi politik partai CDU bila ia gagal mengakomodir keinginan massa pemrotes untuk lebih pro pada proteksionisme pasar dalam negeri Jerman.

Ia mesti berhitung detail jika menolak usulan Perdagangan Trans-atlantik dengan AS, dan CETA dengan Canada, Jerman akan mendapatkan hambatan untuk klausul energi terbarukan. Namun ia harus dapat menghindari serangan kelompok partai Sosialis dan partai pro produk local lainnya agar tidak kehilangan popularitas. 

Sementara Negara bangkit (emerging donor) seperti, Cina, India dan Rusia juga telah menegaskan sikap untuk penambahan 

Di sisi lain Meksiko, Argentina, Afsel, India, mendorong pemberdayaan dan penguatan Civil Society Organisations (CSOs) mencakup peran-peran UM_KM dan partisipasi sector informal dalam pembangunan dan investasi mereka.   

Para pemimpin Negara-Negara tadi mengajukan sudut pandang mereka dengan lugas di forum G20 Hamburg. Bahkan boleh dibilang pertemuan kali ini jauh dari basa-basi murahan dan Bahasa diplomatic yang normative. Presiden AS Donald Trump mengawali kunjungannya di Hamburg dengan lebih dahulu mengunjungi museleoum Warsawa korban Nazi di Polandia. Langkah yang bukan hanya mengkhawatirkan Uni Eropa dengan ide open-borders tetapi mengancam hubungan Rusia dengan bekas eropa timur. Ia tidak peduli, ia hanya ingin menunjukkan bahwa AS bias berteman dengan siapa saja, sepanjang mereka menghasilkan duit. 

Pada pertunjukan sikap-sikap dari para pemimpin G20 di Hamburg, kita menjadi prihatin pada saat menyaksikan video dan berita Jokowi membolak-balik kertas seperti kehilangan jawaban. 

Ia tentu bukan orang yang harus dipersalahkan, dan Jokowi bukan tipikal orang yang senang mengakui kepandiran di forum penting ini. Ini mesti kerjaaan para pembantunya terutama mereka yang membidangi hubungan kerjasama pembangunan internasional yang tidak memberinya masukan dengan cara benar. 

*Side-event think-thank group dari Nairobi High Level Meeting 2: The Global Partnership for Effective Development, with a cup of coffee from the last 2% coffee forest of Ethiopia

( Andi Hakim )

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...