10 April 2020

Kemenangan Itu Sudah Dekat: Jangan Lelah Berjuang!

Oleh: Ridwan K


 “Apakah dengan terbitnya PERPPU ini,  Anda akan meninggalkan perjuangan

“PERPPU hanyalah keputusan manusia, telah berlalu PERPPU-PERPPU sebelumnya. Berakhir lenyap tenggelam oleh keputusan Allah.”

Tatkala PERPPU Fir’aun disahkan, sembelih semua anak laki-laki dan sisakan anak-anak perempuan pun telah diterapkan. 
Apakah Ibunda Musa ‘alaihissalam berhenti berjuang?

Tatkala Musa dewasa, PERPPU Fir’aun terbit kembali, “kerahkan semua bala tentara, kejar dan habisi Musa.” 
Apakah kemudian Musa berhenti berjuang?

Tatkala terbit PERPPU Namrud, “Kumpulkan semua kayu bakar, bakar habis beserta Ibrahim di dalamnya!”
Apakah kemudian Ibrahim berhenti berjuang?

Tatkala terbit PERPPU Abu Jahal, “Boikot Muhammad berikut pengikut dan kerabatnya!.” 
Tiga tahun mereka diboikot, jangankan hanya di persekusi, bahkan mereka ada yang disiksa hingga mati. Jangankan dilarang berdakwah, bahkan keimanan mereka pun sudah terlarang.
Namun pertanyaannya, apakah kemudian Rasulullah dan para Sahabatnya itu berhenti berjuang menegakkan Islam? 
Apakah mereka berhenti berjuang menerapkan Syariat? 
Apakah mereka berhenti mendirikan Daulah Islamiyah? 

Siap terus berjuang? Siap terus amar ma’ruf nahi munkar? 
Siap terus berdakwah? Siap terapkan syariah? Siap tegakkan Khilafah?

Sesungguhnya mereka yang menentang agama Allah ini, mereka berjalan di atas bumi Allah, hidup di bawah langit Allah, bernapas dengan paru-paru dari Allah, melihat dengan mata dari Allah, mendengar dengan telinga dari Allah, melangkah dengan kaki dari Allah, bahkan bertahan hidup pun lewat rizki pemberian Allah. Betapa mudahnya Allah mengambil salah satu nikmat pemberianNya niscaya mereka binasa karnanya.

Fir’aun yang perkasa, Allah tumbangkan ia dengan air. Allah penuhi paru-parunya dengan air, maka binasalah Fir’aun. 
Namrud yang berkuasa, Allah tumbangkan ia dengan nyamuk. Allah isi telinganya dengan seekor nyamuk, maka binasalah Namrud.
Abu Jahal yang jumawa, Allah tumbangan ia lewat 2 orang anak-anak (Amr bin Muadz dan Muawidz bin Afra). Allah robek lambung dan tenggorokannya lewat pedang kecil anak-anak, maka binasalah Abu Jahal.

 واعلم أَن النصر مع الصبر ، وأن الفرج مع الكرب ، وأن مع العسرِ يسرا

“Ketahuilah, sesungungguhnya Pertolongan Allah datang bersama kesabaran. Dan sungguh solusi datang bersama kesulitan. Dan sesungguhnya di dalam sebuah ujian yang bahkan kebanyakan manusia menganggap mustahil untuk dilewati, sesungguhnya Allah telah siapkan jalan keluarnya,” demikian wasiat Sang Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam dalam riwayat Tirmidzi dan Ahmad.

Maka ingatlah sebuah jaminan pertolongan sekaligus seruan proklamasi kemenangan terangkum dalam surat Al-Fath (Kemenangan) justru turun dalam masa-masa perjanjian Hudaibiyah. Sebuah perjanjian yang dirasa sebagian besar manusia bahkan para Sahabat pun merasa ini adalah sebuah kekalahan muslimin dan kemenangan bagi orang-orang kafir. Bahkan Umar pun tidak terima kepada keputusan yang diambil oleh Rasulullah itu. Ketika kaum muslimin tertunduk merasa telah menelan “Kekalahan” justru Allah dari singgasanaNya di langait yang tertinggi tegaskan “KEMENANGAN!”

“Sungguh Kami tegaskan untukmu bahwa Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata (QS. 48:1).”

Yang terjadi saat ini adalah proses pemantasan diri sebelum dimenangkan, tahap untuk kita bersabar sehingga Allah sucikan kita dari dosa-dosa dengan ampunanNya. Lantas Allah akan menggiring kita pada jalan perjuangan yang lurus, dalam metode yang benar untuk kita tempuh. Lalu kemudian Allahlah yang akan turunkan “Nashron ‘aziizaa,” sebuah pertolongan yang tidak terkalahkan, yang meniscayakan kemenangan.

” Dengan ini disebagda Hudaibiyah mereka pulang dengan kepala tegak sebab sakinah telah turun, lisan mereka basah melantunkan Al Fath sebab meski hati mereka risau nan temaram namun apa yang turun dari sisi Allah lebih pantas mereka percayai dari segala-galanya, dan dada merekapun tegak sebab keimanan yang semakin bertambah.

Di penghujung surat ini Allah kembali tegaskan,”...  (QS 48:27).” 
Dia yang Maha mengetahui segalanya menegaskan kepada kita bahwa, di saat malam yang paling gelap nan pekat maka itulah tanda bahwa fajar telah dekat. Dia yang Maha mengetahui apa yang tidak kita ketahui itu menegaskan bahwa, saat keputusan-keputusan manusia telah dibuat untuk menyudutkan Islam, permusuhan demi permusuhan telah bersatu memerangi Islam, maka disaat itulah tanda bahwa kemenangan telah dekat!

Tatkala Nabi diboikot lewat PERPPU Abu Jahal, maka sebagda itu Madinah takluk, Daulah Islamiyah pun tegak dan syariat diterapkan secara sempurna.
Tatkala PERPPU benama Hudaibiyah disahkan, maka sebagda itu Mekkah ditaklukkan.
Pun tatkala PERPPU Ormas disahkan, itulah tanda bahwa sesaat lagi Khilafah akan tegak di bumi Nusantara. Faa Insyaallah.

Rasulullah yang dahulu nestapa hanya mampu bermimpi memasuki Mekkah (QS. 48:27), lantas sebagda itu  jangankan memasukinya, Allah taklukkan Mekkah untuk beliau bahkan Allah ratakan Mekkah dengan Islam. Maka ketika Muslimin memasuki gedung DPR pun tak diizinkan, lantas Insyaallah sebagda itu Indonesia akan Allah taklukkan dan lewat Indonesia ini pula timur dan barat akan Allah ratakan dengan Islam.

“ Dialah Allah yang mengutus RasulNya (Muhammad) dengan membawa petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang haq (Islam) agar dimenangkan atas semua agama-agama, dan cukuplah Allah sebagai saksi (QS 48:28).”

Pulanglah wahai kaum muslimin, pulanglah wahai para pejuang syariah dan khilafah, pulanglah dengan sakinah, pulanglah dengan kepala tegak dan dada yang penuh dengan keimanan, pulanglah dengan lantunan Al-Fath sebagaimana Rasulullah lantunkan berulang-ulang di perjalanan penaklukkan Mekkah. 

"Sebab jalan kemenanganmu adalah jalan yang serupa dengan jalan perjuangan yang pernah ditempuh oleh junjunganmu”::

INSYAALLAH KEMENANGAN ITU SUDAH DEKAT... Aamiin 

5 Safar 1439, (25/10/17), Dari kota Fatahilah, Jayakarta hingga kota Yogyakarta

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...