18 June 2018

Kapolri Baru Wajib Bersihkan Citra Negatif Polisi

Konfrontasi - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional, Hamidah Abdurrahman menilai calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia wajib memperbaiki citra institusi. Mayoritas masyarakat bersikap negatif terhadap kinerja aparat kepolisian.

"Setiap orang yang kami ajak bicara tidak memberikan apresiasi ke polisi. Penilaian mereka negatif," kata Hamidah.

Citra negatif polisi di mata masyarakat disebabkan oleh kinerja kepolisian yang kurang memuaskan. Padahal, Kapolri Jenderal Sutarman menyatakan instansinya mendapatkan nilai wajar tanpa pengecualian.

Menurut Hamidah, masyarakat mengeluhkan masih banyaknya oknum polisi yang mencari uang tambahan di jalanan dengan menilang pengendara sepeda motor. Pelayanan yang buruk dan penyelesaian perkara yang berlarut-larut juga menjadi sorotan.

"Perbaikan citra sangat penting," kata Hamidah.

Tantangan lain, menurut Hamidah, adalah menjamin profesionalitas penyidik. Idealnya, penyidik di kepolisian lulusan sarjana. Namun saat ini sebagian besar penyidik pembantu tamatan sekolah menengah atas. "Mereka hanya dapat pelatihan satu bulan," ujarnya.

Hamidah menyatakan Kompolnas berharap Kapolri yang baru dapat mengatasi tantangan-tantangan itu. Kompolnas juga meminta kepolisian dapat menerima kritik dan saran dari berbagai pihak. "Ini bisa jadi masukan buat kepolisian," katanya.

Saat ini Kompolnas tengah mengumpulkan rekam jejak lima jenderal bintang tiga calon Kapolri. Kompolnas akan merekomendasikan nama perwira tinggi pengganti Sutarman yang masa jabatannya habis pada Oktober 2015.

Category: 

Berita Terkait

Loading...