Demo Mahasiswa, Buruh dan Respon Pejabat dan Pentingnya Ajaran Agama

OPINI- Saya tidak begitu paham ahlak para pemimpin zaman ORLA, umur saya 10 tahun saat Bung Karno, kata sejarah,  dilengserkan Orde Pak Harto. Pada peristiwa MALARI saya ikut menyaksikan bakar2an di Jakarta, ada 9 mayat di kamar mayat RSUP Salemba yg turut saya amati. Pada peristiwa 1978 saat kampus saya (ITB) diduduki paksa oleh TNI, saya sedang di Jakarta, sahabat saya sekamar Ramles Manampang Silalahi dipenjara 1th bersama dg aktifis lainnya. Saat itu saya tdk terlalu tahu apa yg terjadi tapi yg pasti para aktifis masuk penjara.
Setelah lulus ITB saya kerja di ARCO perusahaan migas Amerika dan WAJIB jadi anggota GOLKAR, saya aman dan nyaman dg gaji besar dan fasilitas serba kelas satu, termasuk disekolahkan dan dididik diluar negeri. 
Setelah saya pindah ke perusahaan asing yg bekerja sama dg Mbak Titik Suharto, saya akrab dg keluarga dan kroni Cendana. Selama 6 tahun saya bergaul dan belajar KKN dari mereka, sampai saya khatam berbagai cara KKN, atau lebih tepatnya cara memanfaatkan power milik pak Harto via anak2 dan mantunya.
Setelah pak Harto jatuh saya dijelaskan oleh pers berbagai kejahatan ORBA,  baik kejahatan ekonomi maupun politik. Anehnya para kroni yg menikmati atau dibesarkan pak Harto tetap berkuasa dan mengontrol semua bidang politik, ekonomi dan pertahanan, tentu saja dg modus operandi yg sama. Semua berjalan sama sampai detik ini, jadi saya tidak heran jika bangsa dan negara ini akan selalu hancur2an, karena dikuasai dan dikontrol oleh kelompok ORBA yg berganti baju saja.
Kerusakan ahlak yg tadinya terpusat dikalangan kroni Cendana, gara2 otonomi daerah menjadi tersebar merata, para kepala daerah dan anggota DPRD dg kelompoknya menjadi ahli KKN yg membuat rusaknya ahlak rakyat setempat. Kalau tadinya semua masih polos2 saja, saat ini semua sangat paham cara melakukan apa saja dengan menyuap para pihak yg menentukan keputusan2 yg diinginkan.
Jika saat ini Tuhan sudah habis sabarnya saya maklum2 saja, bangsa dan negara ini memang layak dilaknat Allah swt, semua sudah sangat kurang ajar pada Allah swt. Jika tdk segera taubat total, perkiraan BMKG akan adanya gempa yg besarnya 10 skala Richter di Jawa bisa menjadi kenyataan. Korbannya bisa lebih dari 50 juta orang, semua kota besar akan tenggelam atau hancur, hal ini bisa terjadi krn gempa 10 SR akan menyebabkan Tsunami dan goncangan yg menghancurkan apa saja. Sy ahli geologi jadi sedikit banyak paham tentang bencana alam segala jenis.
Manusia memang punya akal pikiran, tapi begitu keduanya tdk dipakai, maka nafsu kotornya yg mendikte semua perbuatannya. Ciri2 pemimpin yg sudah dikuasai nafsunya ada pada para pemimpin pusat dan daerah, salah satu ciri utama adalah merasa paling benar, paling tahu dan paling kuasa. Sehebat apapun demo2 yg terjadi, mrk tdk peduli dan makin bernafsu menunjukkan kekejiannya. 
Saat ini hanya ada dua kemungkinan cara Allah swt membenahi Indonesia, dg perang bharatayudha atau dengan bencana alam dahsyat. 
Mumpung masih ada waktu, segeralah para pejabat yg sok benar dan sok kuasa bertaubat total, jika masih keras kepala saya akan menunggu bersama orang2 yg tidak tertarik dalam urusan harta tahta wanita yg dikerubuti ramai2 saat ini. Mudah2an setelah hancur2an semua, bangsa kita akan sadar dan kembali kejalan yg lurus, jalan yg sudah diatur para pendiri bangsa dan negara ini dulu...AMIIN YRA.

KOK UGAL-UGALAN?

Pernyataan Prof Dr Zainal Arifin Mohtar di ILC 20 oktober 2020 lalu terkait UU Omnibus law menyentak batin saya. Beliau mengatakan bahwa UU Cilaka tsb dibuat secara UGAL2AN, oleh Pemerintah dan DPR. Pernyataan itu diviralkan juga di medsos dan dibaca oleh berbagai lapisan masyarakat. 
Menurut pengamatan saya terhadap semua penyelenggara negara, ternyata hampir semua adalah orang2 yg tanggung2 kemampuannya. Semua sedang dalam upaya menemukan jati diri atau mengejar cita2 yg tdk pernah dicapainya. Pejabat yg latar belakangnya pengusaha adalah pengusaha tanggung, yg latar belakangnya politikus adalah politikus tanggung, yg latar belakangnya akademisi adalah akademisi tanggung, yg latar belakangnya aktifis adalah aktifis tanggung, yg latar belakangnya bekas pejabat juga pejabat tanggung. Jadi semua bukan ahlinya dan tidak jelas prestasinya. Standardnya juga jauh dr standard Indonesia, apalagi jika diukur pakai standard internasional.
Pernyataan Prof Dr Zainal Arifin Mohtar tepat sekali, semua menjalankan negara ini dg ugal2an karena semua tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya. Jadi bodoh sekali jika masih ada yg menganjurkan utk optimis dan bersemangat, krn semua pejabat yg kita miliki jelas2 kartu mati. Optimis hanya bisa kita lakukan jika orang yg kita harapkan kompeten dan punya kelas yg bagus, jika kelasnya payah, kerjanya ugal2an bagaimana mau optimis.
Setelah saya renungkan dalam2, sy hanya bisa mengurut dada, sial benar bangsa dan negara kita ini, takdirnya diurus oleh pejabat2 yg tidak tahu bahwa mereka tidak tahu.

Dilegitimasi oleh pernyataan para guru besar, dosen, ulama, intelektual, tokoh2 cerdas yg meyakini pemerintah dan DPR ugal2an, ngawur, sembrono dan seenaknya membuat UU omnibus law, kaum pekerja, mahasiswa, pelajar, ormas2 Islam dan aktifis berbagai bidang semakin mantap dalam mendemo pemerintah. Mereka yakin orang2 sekelas Prof Dr Zainal Arifin Mohtar yg cerdas dan bukan politikus tidak asal bicara dan berpendapat. Para akademisi tsb punya tanggung jawab moral terhadap keilmuannya, jd pendapatnya bisa dipertanggung jawabkan secara tatap muka, bukan sembunyi

dibelakang MK yg jelas2 selalu berpihak pada penguasa.
Sangat wajar jika negara ini selalu ricuh berkepanjangan, selagi yg batil masih berkuasa, maka yg hak akan terus berusaha menghajarnya. Sampai kiamat kita akan terus2an kacau, kecuali yg hak sudah berhasil menguasai pemerintahan.
Para oligarki yg tdk mau kehilangan kenikmatan haramnya akan selalu berusaha mempertahankan hegemoninya, mrk tahu bahwa saat2 akhir kekuasaannya hampir runtuh, jadi tdk ada cara lain, mrk akan main kasar dg memperalat TNI dan POLRI yg dibayar rakyat gaji dan fasilitasnya.
Sy yakin yg benar pasti menang, cepat atau lambat, sekarang belum ketahuan yg mana yg hak yg mana yg batil, Allah swt yg akan membuka kedok masing2, yg hak pasti yg menang. Tandanya nanti adalah habisnya semua oligarki kleptokrasi, jadi kita tunggu saja akhir dari drama berbangsa dan bernegara ini.

DEMO PROTES

Pejabat kita rata2 berusia diatas 60 th, usia rawan utk orang Indonesia, banyak yg diusia tsb se-waktu2 mendadak mati. Jadi aneh sekali jika diusia kritis tsb masih saja berani membuat rakyat susah.
Semua pejabat disumpah atas nama Allah swt atau Tuhan, jadi mereka bertanggung jawab pada Allah swt BUKAN pada rakyat atau bangsa ini. Walaupun begitu ternyata mereka tidak takut sama sekali pada Allah swt, aturan2 dan larangan2 Allah swt dilanggar sesukanya, salah satunya adalah menyusahkan rakyat yg dipimpinnya.
Jika sudah seperti ini ahlak para pejabat tsb, sebaiknya bagi yg sangat yakin dg ke maha kuasaan Allah swt, segera menjauh atau menghindar dr penguasa2 yg tidak takut pada Allah swt. Mereka tdk beda dg Fir'aun yg berani mengaku sbg Tuhan. Iblis yg jelas2 sangat jahat saja tdk berani sama Allah swt, ini yg baru jadi penguasa kelas negara ranking dibawah 100 saja sudah sok2an.

AJARAN AGAMA DAN PEJABAT

Menurut ajaran Islam yg saya pahami, para pemimpin atau pejabat adalah orang2 yg masuk neraka lebih dulu jika orang2 yg dipimpin dan diurus ada yg masuk neraka. Mereka akan masuk sorga paling belakangan jika yg dipimpin masih ada yg belum masuk sorga. 
Jika kelak di sorga kita tdk jumpa Jokowi cs, bisa dipastikan beliau sedang di neraka, atau masih menunggu giliran masuk sorga jika yg dipimpinnya belum semuanya masuk sorga. Benar tidaknya ajaran ini akan kita buktikan sama2 nanti di akhirat.
Sebagai sesama saudara se iman, "wajib" hukumnya saya mengingatkan dan menyampaikan ke Jokowi dan para pejabat negara yg se agama dg saya, jd ini kewajiban sesama orang beriman, tidak ada kaitannya dg politik atau hubungan antara Penguasa dg rakyatnya. 
Jika Jokowi cs tdk mau dengar apa yg saya ingatkan dan sampaikan, sy tidak peduli, krm kewajiban saya sebagai sesama muslim sudah saya sampaikan. Bagi sy yg penting Allah swt tdk marah pd saya karena sy sdh menjalankan tugas saya.
Keadaan apapun di Indonesia saat ini, yg paling bertanggung jawab pd Allah swt adalah Jokowi, tidak bisa beliau mengelak dan lepas tanggung jawab karena semua perbuatanya dicatat malaikat2 pencatat.
Saya tdk ikut campur dg urusan Jokowi kecuali yg menjadi kewajiban sy pada Allah swt. Jadi yg sedang saya lakukan ini tdk ada urusan sama sekali dg mahluk apapun didunia, baik manusia ataupun bukan manusia. Saya murni melakukan ini krn saya diwajibkan utk saling mengingatkan dengan saudara se iman, jadi urusan dg Jokowi adalah urusan sesama saudara se iman yg masing2 bertanggung jawab pada Allah swt, tidak terkait dg rakyat Indonesia.

Pengamat Dunia Islam Imbang Jaya, Meragukan Komitmen Antikorupsi Partai  Politik | Mata Mata News

Oleh Ir Imbang Djaja,alumnus Geologi ITB dan ARCO, USA

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...