28 February 2020

Catatan Tepi soal KPK

 Catatan Tepi  soal KPK -- niru goenawan muhammad

 Oleh Ahmad Fadilah

Redaksi: Esai  pendek ini sesuai tulisan aslinya, bisa jadi masukan dan renungan bagi pembaca, dan siapapun berhak menanggapinya sepanjang dalam kaidah jurnalistik yang dipraksiskan koran internet ini..

Saya  rupanya baru nyadar mengapa beberapa waktu yg lalu, saat itu belum ramai isu revisi UU KPK (uu kpk), tetiba muncul sorotan ihwal “celana cingkrang”...tak lain ini berkaitan dg tampilan celana yg dikenakan banyak karyawan kpk saat ini...salah satu, atau mungkin yg mulai, mencetusnya adalah tulisan denny siregar... resonansi isu lantas meluas, seorang cendekiawan muslim akhmad sahal bahkan ikut meramaikan merujuk tulisan denny Siregar...Jagat media sosial pun membaptis isu ini  dg label “taliban di kpk”....

Munculnya isu “celana cingkrang” membuat cuaca di medsos memanas, itu memang naturnya medsos…tapi sekarang ini yg berguncang tdk cuma jagat medsos, sebab episentrum berada di ranah real politik... di sinilah yg sy baru nyadar...rupanya, menganalogi pada sinetron, isu "taliban di kpk" tak ubahnya sequel menjelang ending dari kisah pajang tentang kpk, lembaga anti rasuah yg dibentuk karena amanat reformasi....muncullah Firli Bahuri pada momen ini...dialah ternyata pemeran protanogis yg “disimpan” untuk memberi kejut…Firli rupanya bukan sosok antagonis yg sumber kontroversi itu!! --paling tidak bagi penulis skenario... isu “taliban di kpk” merupakan variabel anteseden, ternyata…Firli mendapatkan rasionalisasi sekaligus legitimasi sebagai orang nomor satu yg baru di kpk berkat isu "taliban di kpk"…

Dalam ungkapan Jawa, firli dan kpk ibarat “tumbu ketemu tutup”…ia pun datang mengusung “sacred mission”: memberantas “taliban di kpk”...maka di layar "sang hero" telah menampakkan sosoknya... mengapa "celana cingkrang" harus diberantas? pertama, mereka adalah kaum yg terpapar ideologi di luar pancasila --minjam bahasanya masinton pasaribu…kedua, mereka itulah yg selama ini telah “membajak” kapal kpk: kemana haluan menuju itu atas dasar suka-suka mereka saja… sudah pasti ini isu yg amat sexi menyusul serial teman-temannya terdahulu: wahabisme, takfiri, khilafah, dst yang berlabuh di satu muara, itu-itu juga: islam radikal…respon publik atas atas isu islam radikal dapat mudah ditebak akan mengalir derasnya dukungan bagi langkah konta...

Firli-lah orangnya utk tugas itu!...tentu ada pula agenda sisipan untuk public relations: membenahi governance di kpk...agaknya sampai di sini skenario telah berjalan dengan mulus, para pemeran telah sempurna mengadegankan seperti yg diinginkan skenario....yang tersisa tinggalah satu pertanyaan kepenasaran, boleh jadi tak penting apalagi genting, datangnya pun cuma dari tepian panggung: apakah mengenyahkan para taliban dari kpk adalah kebutuhan sejati dari kehadiran firli sang pembawa missi suci?... itukah “core interest”-nya?...

Sedangkan senjata yg ia hunus kok bukan utk kegunaan itu? menyulut meriam guna membunuh tikus tentu bukanlah padanannya...pasal revisi undang-undang kpk yg memungkinkan sp3 dan mengharuskan izin penyadapan oleh lembaga di luar kpk, rasa-rasanya bukan guna keperluan melumpuhkan taliban... apakah missi suci itu sejatinya “kuda troya” belaka?...

Tidak, agaknya...mungkin ini lebih mirip dengan missi "sucide bombing" seperti dlm aksi kamikaze pasukan udara jepang tempo dulu...dengan cara ini musuh dihancurkan, meskipun harus bersamaan dengan kematian sang penerbang...tjuga tak jadi soal jika sang pilot nipon lebih dulu mati sebelum hidung pesawatnya menyentuh kapal induk lawan....Firli memang orangnya utk itu...

Toh kodrat seorang hero meniscayakan sejarah kelamnya bakal dengan sendirinya "write off"... sampai di sini, tapi sebentar, ini belum akhir... menjelang tutup layar, aksara closing credit bergerak: "mission accomplished": sekarang tidak ada lagi koruptor, semua telah berhasil dimusnahkan!!...dunia telah kembali tenang....tidak diperlukan lagi lembaga pemburu koruptor sebab koruptornya sudah tak ada lagi...bukan tiada sama sekali, ada! tapi tidak mudah menemukannya....

Definisi koruptor itu panjaaaaaaaaang sekali hingga sulit mencarinya sosoknya!! wallahu alam

 Oleh Ahmad Fadilah . Analis politik dan  kebijakan publik dan mahasiswa pasca sarjana jurusan sejarah FIB UI Depok pada masanya

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...