25 June 2019

Belah Bambu, Politik Negeriku

Oleh: Riana M, SH
Gerakan Muslimah Cerdas Berpolitik

Katanya rakyat diminta tenang di tahun politik. Ee, malahan yang atas pada gaduh dan membuat gaduh. Pusing jadinya! Maunya apa sih? Yang lebih miris sebuah video viral di medsos. Ada yang menyatakan jika, ormas Islam—selain Muhammadiyah dan NU—ingin merontokkan NKRI. Hhmm… kami wong cilik gagal paham. Tampaknya kita perlu belajar sejarah kembali, kawan!

Sekali-kali jangan pernah sepelekan peran Ormas Islam. Mereka bersatu baru tahu rasa. Justru semakin banyak ormas Islam menunjukan jiwa amar ma’rif nahi munkar. Ormas Islam tak pernah bikin gaduh loh. Catat itu!

Menihilkan peran ormas Islam semisal Syarikat Islam, Al Irsyad, Hidayatullah, Persis, dll sama halnya menghapus sejarah. Ada di antara mereka yang lebih tua dari usia Indonesia. Syarikat Islam pun ikut membidani kemerdekaan Indonesia.

Sudah bisa dibaca, beragam pernyataan penguasa yang menyudutkan umat Islam untuk memecah belah. Politik Belah Bambu sedang dimainkan. Injak yang satu dan angkat yang lai. Puji-puji yang satu, lalu caci-maki dan hajar yang lain. Inilah cara penjajah dari dulu hingga sekarang. Kita juga familiar dengan istilah Belanda ‘ devide et impera ‘(pecah belah dan jajahlah). Persis seperti kondisi sekarang penguasa menjunjung tinggi ormas tertentu tetapi membubarkan ormas Islam yang lain. Ulama kritis satu per satu dipersekusi.

Negeri ini tampaknya telah mengambil ‘politik belah bambu’ sebagai cara baru. Bisa jadi cara baku untuk melemahkan semangat umat Islam. Perlakuan terhadap warga negara dibeda-bedakan. Siapa yang membela kepentingan penguasa akan diayomi, dilindungi bahkan diberi kucuran dana asal tidak “merepotkan” pihak yang sedang berkuasa.

Sementara masyarakat atau kelompok yang dirasa menyulitkan kepentingannya akan dihabisi. Jelas mental penjajah masih diwarisi oleh negeri ini. Buang jauh-jauh aja! Mental penjajah selalu ingin menguasai Sumber Daya Alam tanah jajahannya. Untuk mendapatkannya maka Sumber Daya Manusianya dikuasai terlebih dahulu. Sedangkan tidak mudah untuk mengambil SDA milik rakyat yang dijajah. Maka sebagian rakyat yang lain akan diambil hatinya untuk memudahkan jalan mengambil SDA setempat dengan diberi kedudukan atau jabatan dengan imbalan materi. Maka akan muluslah penguasaan SDA setempat. Jika cara politik belah bambu ini diambil maka tidak ada bedanya dengan gaya penjajah.

Karena itu, rakyat harus mulai kritis dan cerdas. Untuk apa dan siapa mereka berbuat demikian? Mengingat SDA Indonesia sebagian besar dikuasai asing seperti tambang emas di Papua oleh Freeport, tambang emas di Nusa Tenggara oleh Newmont, tambang minyak oleh Exxon Mobile di Cepu dan lain sebagainya. Inilah penjajahan terselubung yang tidak disadari oleh rakyat Indonesia, kalaupun tahu tidak bisa berbuat banyak. Sedangkan ulama-ulama dan ormas yang justru ingin menyelamatkan negeri ini justru dipersekusi. Sehingga tidak cukup kita mengarahkan tudingan politik belah bambu kepada penguasa saat ini saja tetapi kekuatan besar dibalik penguasa itulah yang lebih berbahaya. Karena berupaya menguasai SDA Indonesia yang melimpah dan mengoyak keutuhan hidup beragama di bumi Nusantara.[***]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...