25 June 2019

Bandul Keseimbangan Politik 'Makar' Itu Sedang Dimainkan

Oleh : Nasrudin Joha 

Perlawanan sejumlah pihak, khususnya para purnawirawan TNI, setelah dua putra terbaik bangsa : Mayjen (TNI) Kivlan Zen dan Mayjen (TNI) Soenarko, dijadikan Tersangka Makar, nampaknya akan menemukan titik kesetimbangan politik yang baru. Trend kebencian pada polisi dan menguatnya dukungan rakyat kepada TNI, memantik koalisi Rakyat - Militer, yang dapat membahayakan posisi rezim.

Karena itu, perlu kesetimbangan politik dalam kasus 'Delik Makar' gorengan Rezim, yang juga menyasar kepada purnawirawan polisi, agar tidak mengalienasi rezim pada kontroversi Polisi vs TNI.

Inilah, salah satu skenario diantara skenario lain yang akan diumumkan rezim esok (11/6), setelah hari ini Wiranto menunda mengumumkannya. Penstabilan bandul politik ini penting, agar tidak muncul kesan rezim menzalimi militer. Padahal, militer adalah kunci pengendali kekuasaan. Militer, adalah salah satu pilar penting kekuasaan selain pilar umat.

Rezim paham, saat ini tak mampu berdiri kokoh diatas legitimasi pilar umat. Jika militer ikut mengambil pilihan sebagaimana yang diambil umat, menolak kecurangan, mempersoalkan sejumlah kezaliman rezim, sampai mengambil opsi berkoaliai dengan umat dan melepaskan pilar kesetiaan dan legitimasi terhadap rezim, maka selesai sudah usia rezim. Ajal rezim sudah tampak diujung mata.

Karena itu, rezim perlu membuat skenario kesetimbangan politik, dengan menarik purnawirawan polisi dalam kasus 'hoax dan makar' sebagai  bagian dari skenario kesetimbangan politik. Untuk meredam kemarahan militer, bahwa proses hukum alami mengikuti fakta hukum, menyasar kepada siapapun dengan latar belakang apapun.

Irjen Pol (Purn) Sofyan Yacob, adalah bidak catur yang akan dimainkan dalam proses ini. Sebentar lagi, mantan Kapolda Metro Jaya ini, akan menjadi bagian dari proses 'menyeimbangkan bandul politik militer - polisi' dalam pusara delik makar dan yang terkait dengan peristiwa 21-22 Mei.

Manuver yang lain, adalah dengan mengeksploitasi materi BAP, untuk menggiring opini publik pada narasi penegakan hukum sepihak yang sedang dimainkan rezim. Tanpa kontrol pembelaan lawyer dan pengadil sang hakim di dalam sebuah persidangan yang terbuka untuk umum.

Selanjutnya, narasi sepihak ini akan diviralkan oleh media-media mainstream yang telah dikontrak lama oleh rezim, untuk membuat vonis-vonis sesat dan mengedarkannya ditengah publik. Atas dasar itu, publik diminta percaya dan meyakini kebenaran narasi sepihak rezim, tentang sinetron penegakan hukum delik makar di negeri antah barantah ini.

Sambil mengunggah narasi sepihak, esok (11/6), rezim juga akan mengekploitasi 'gelar perkara delik makar' untuk mengekspor ketakutan kepada publik dengan satu pesan yang tegas : jangan mengkritik rezim, Resiko penjara menunggumu !

Publik selanjutnya tak perlu ikut hiruk pikuk persidangan MK, mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada MK, dan akhirnya 'dipaksa ikhlas' saat nanti MK memutus pemenang bagi pelaku curang.

Skenario ini tak mudah, tapi tak ada pilihan lain bagi rezim. Ibarat pepatah, sudah kepalang basah mandi sekalian. Jadi, jika Anda serius berjuang, perjuangan ini masih panjang.

Bukan sebatas sampai pengumuman keputusan MK, bahkan pengumuman itu adala titik awal fase baru pertarungan umat melawan kezaliman rezim. Semoga Anda yang membaca tulisan ini, yang berjuang dan membela kepentingan umat, dapat tetap dan terus Istiqomah. Aamiin.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...