17 November 2019

Abdul Somad Dilarang Ceramah, Dahnil Simanjuntak: Pimpinan UGM Bak Rezim Politik

Saya sesalkan sikap UGM tersebut. Kampus telah kehilangan identitasnya sebagai "University" dimana, Kampus adalah rumahnya diversity (perbedaan, Keberagaman) pandangan lahir. Tempat dimana pikiran diadu. 

Pimpinan UGM telah berubah bak rezim politik yang anti perbedaan.
Saya sesalkan bila Civitas Akademika, para fakulti berdiam diri terhadap laku pimpinan UGM yang anti Diversity, berlaku bak rezim politik terkait pelarangan terhadap Ustadz Abdul Somad. Saya berasumsi seluruh Civitas Akademika dan Fakulti di UGM kehilangan otoritas moral sebagai intelektual.

University adalah rumah dimana persemaian perbagai pemikiran lahir, dan beradu satu dengan lainnya. Bila tak bersepakat dengan satu pemikiran maka adu dengan pemikiran lain. Bukan, justru bertindak represif melarang Intelektual (Ustadz) seperti Abdul Somad menyampaikan gagasannya di UGM.

Terus terang sebagai salah satu orang yang hidup di kampus, tumbuh berkembang sebagai Dosen dan Peneliti, saya malu melihat laku anti pemikiran yang ditunjukkan oleh Pimpinan UGM terkait pelarangan terhadap Ustadz Abdul Somad, dan tentu juga sesalkan bila insan cendikia disana diam tahadap laku tersebut.

Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak
Peneliti Senior Institute Kajian Strategis UKRI

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...