2 April 2020

Undian 16 Besar Liga Champions: Skenario untuk Messi dan Ronaldo

KONFRONTASI -  Jika pendekatannya adalah tokoh, maka Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang pantas bertarung pada babak final Liga Champions Eropa musim ini, 2019-2020. Setidaknya dalam lima tahun terakhir, tak ada pemain bintang yang semenjulang Ronaldo dan Messi.

Keduanya bergantian terpilih menerima penghargaan pemain terbaik Eropa dan dunia, sebagaimana yang diterima Messi pada anugerah Ballon d’or 2019 baru-baru ini yang digelar di Paris, Prancis, dengan berbasis pada penilaian majalah sepak bola terkemuka di dunia, France Football.

Kemenangan Messi pada Ballon d’Or 2019 dari Virgin van Dijk dari Liverpool menunjukkan betapa tinggi pengakuan atas kemampuan individu Messi melebihi apapun yang terjadi di klub dan tim nasionalnya.

Pemain Juventus Cristiano Ronaldo menggiring bola dalam pertandingan Liga Champions Grup D melawan Atletico Madrid di Stadion Allianz, Turin, Italia, Rabu dinihari, 27 November 2019. Ronaldo mendapat kesempatan bermain 90 menit penuh saat Juventus menang 1-0 dari Atletico Madrid. REUTERS/Massimo Pinca

Adalah Cristiano Ronaldo yang saat ini bisa menyaingi talenta individu Messi. Lihat pada bagaimana euforia masyarakat di Turin, Italia, ketika menyambut kedatangan Ronaldo di sana untuk bergabung dengan Juventus setelah meninggalkan Real Madrid.

Liha juga bagaimana pada aspek komersial dan prestasi Juventus di Seri A Liga Italia dan Liga Champions musim ini setelah Ronaldo bergabung.

Bagaimana Ronaldo bisa “semena-mena” langsung meninggalkan stadion ketika diganti saat Juventus melawan AC Milan di Seri A Liga Italia dan pelatih Maurizio Sarri tak punya “nyali” untuk memarahinya atau menjatuhkan skorsing adalah salah satu bukti berapa CR-7 ini adalah mahluk istimewa di klub legendaris berjuluk Nyonya Tua itu.

Pemain jenius memang acapkali eksentrik dan egonya tinggi. Ini juga yang terjadi pada diri Lionel Messi ketika pada sebuah pertandingan Barcelona di La Liga Spanyol asyik menyerang sendiri dan tak mau membagi bola kepada Antoine Griezmann karena kurang percaya. Pelatih Ernesto Valverde pun tak mempermasalahkan kelakuan Messi seperti.

Pasalnya, baik Sarri maupun Valverde, sudah berkali-kali mengalami dan melihat sendiri bahwa pemain dengan talenta tinggi seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang bisa mengubah jalannya pertandingan hanya dalam sekejap, sebagaimana Diego Armando Maradona dan Johan Cruyff pada masa lalu.

Sejak sebelum Liga Champions musim ini dimulai, sudah ada suara-suara yang nakal dan iseng yang mengatakan pertandingan babak final kejuaraan utama antarklub Eropa untuk musim 2019-20 ini memang disiapkan untuk panggung pertunjukkan Lionel Messi melawan Cristiano Ronaldo.

Barcelona dan Juventus memang baru saja lolos ke babak 16 besar Liga Champions Eropa 2019-20 dengan bekal sebagai juara dan runner-up grup, tapi bukankah ada Liverpool sebagai juara musim lalu yang begitu stabil dan bertenaga di tangan pelatih dari Jerman, Jurgen Klopp?

Jangan lupa, sebagaimana musim lalu, kehadiran Livepool, Tottenham Hotspur –runner-up musim lalu-, Manchester City, dan Chelsea mengisyaratkan Inggris bisa mendominasi lagi sekaligus mengancam keberlangsungan nasib Ronaldo dan Messi di Liga Champions musim ini.

Namun, Juventus dan Barcelona telah bermusim-musim hadir di kejuaraan ini dan menampilkan kematangannya untuk jatuh dan bangkit lagi sebagai tim, lepas dari siapapun pelatihnya. Dua klub legendaris tersebut menjadi penopang ideal buat Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi bertemu dalam final Liga Champions musim ini..(Jft/TEMPO)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...