Takjub dengan Kerelaan Hati Pemain Muslim di Barcelona, Xavi: Kami Tidak Merasa Terganggu

Konfrontasi - Pelatih Al-Sadd, Xavi Hernandez, merupakan pesepakbola legenda Barcelona. Xavi sempat 17 tahun (1998-2015) membela tim senior Barcelona dengan koleksi 25 trofi.

Selama 17 tahun membela Barcelona, Xavi beberapa kali bekerja sama dengan personel Blaugrana –julukan Barcelona– yang beragama Islam. Meski berbeda keyakinan, Xavi Hernandez tetap menghormati rekan-rekannya tersebut.

Bahkan pemain yang identik dengan nomor punggung 6 itu mengaku takjub dengan kerelaan hati personel Barcelona yang beragama Islam seperti Eric Abidal, Seydou Keita, Yaya Toure dan Ibrahim Afellay, Dibilang begitu karena nama-nama di atas siap beribadah di mana saja, semisal melaksankan sholat di ruang ganti Barcelona.

“Seydou Keita beribadah di mana saja di ruang ganti. Saya, dan semua yang besar di La Masia, tidak merasa terganggu,” kata Xavi dalam wawancara dengan El Heddaf, koran terbitan Aljazair.

“(Eric) Abidal, Yaya, dan Keita, sering terlihat beribadah bersama dalam ruangan. Jika ruangan terpakai, mereka shalat di ruang ganti, dan kami mencoba tidak melewati di hadapan mereka,” lanjut Xavi.

Xavi sejak kecil diajarkan toleransi antarumat beragama. Pria yang kini berusia 40 tahun itu mendapatkan pelajaran itu semenjak dirinya duduk di bangku sekolah.

“Saya kenal Islam semenjak saya belajar di sekolah. Kami diajarkan untuk menghormati satu sama lain. Di Barcelona pun demikian, kami menghormati rekan-rekan Muslim," kata Xavi seperti dikutip Alarabiya.net.

Karena memiliki banyak teman yang beragama Islam, Xavi tidak menolak tawaran yang datang pada pertengahan 2015. Saat itu, Xavi mendapat tawaran membela klub asal Qatar, Al-Sadd.

Sekadar informasi, Qatar merupakan negara yang warganya mayoritas beragama Islam. Berkat kedekatannya dengan sejumlah pemain muslim di Barcelona, Xavi tidak membutuhkan waktu adaptasi yang lama bersama Al-Sadd.

Terbukti selama empat musim berkarier sebagai pemain Al-Sadd, Xavi memberikan empat trofi bagi klub yang bermarkas di Kota Doha tersebut. Kemudian semenjak menjadi pelatih Al-Sadd pada musim panas 2019, Xavi telah menghadirkan satu trofi. (oke/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...