Ramon Calderon Sebut Mantan Klubnya Real Madrid Lakukan KLB Terkait Penjualan CR7 ke Juventus

Konfrontasi - Ramon Calderon mengaku masih heran dengan keputusan manajemen eks klubnya, Real Madrid, melepas Cristiano Ronaldo. Pasalnya, Calderon menilai bahwa keputusan penjualan Ronaldo itu bertanggung jawab dari performa inkonsisten Madrid dalam dua musim terakhir.

Sebagaimana diketahui, manajemen Madrid memang membuat keputusan kontroversial pada bursa transfer musim panas 2018. Ya, pihak Madrid memutuskan melepas Ronaldo ke Juventus dengan mahar sebesar 117 juta euro atau sekira Rp2 triliun.

Keputusan manajemen Madrid melepas Ronaldo sendiri memang menuai kecaman. Pasalnya, Ronaldo merupakan sosok penting di balik keberhasilan Los Blancos –julukan Madrid– meraih banyak prestasi luar biasa dalam beberapa tahun terakhir.

Kini, Madrid pun mulai merasakan betul kehilangan sosok Ronaldo di skuad mereka. Ya, pemain yang diharapkan bisa menggantikan peran Ronaldo, yakni Eden Hazard, justru tampil inkonsisten dan acap kali absen karena cedera.

Sementara Ronaldo, kapten tim nasional (Timnas) Portugal tersebut masih menunjukkan ketajamannya bersama Juve. Meski pada saat ini, Ronaldo sendiri sudah berusia 35 tahun, umur yang bisa dikatakan cukup tua untuk ukuran pesepakbola profesional.

Calderon yang menjadi sosok sangat menolak keputusan penjualan Ronaldo pun kembali berkomentar. Mantan Presiden Madrid itu menilai bahwa manajemen Los Merengues telah melakukan kebodohan luar biasa dengan membiarkan Ronaldo hengkang ke Juve pada musim panas 2018.

Pasalnya dengan ketiadaaan Ronaldo, membuat Zinedine Zidane selaku pelatih Madrid saat ini kehilangan sosok yang bisa diandalkan. Kekalahan dari Shakhtar Donetsk di Liga Champions 2020-2021, disebut Calderon sebagai contoh nyatanya minimnya sumber daya yang tersedia untuk Zidane.

“Sejak mereka (manajemen Madrid) melakukan keputusan menjual Cristiano dengan cara yang bodoh, jelas bahwa tim membutuhkan bala bantuan di posisi itu dan di posisi lain,” ucap Calderon, seperti dilaporkan oleh AS, Sabtu (24/10/2020).

“Akan tetapi kenyataan yang menyedihkan adalah bahwa rekening klub tidak hanya kosong tetapi juga penuh dengan tagihan sekitar 1.000 juta euro. Tagihan itu harus mereka bayar dalam waktu dekat ini,” sambungnya.

“Zidane melakukan apa yang ia bisa dengan sumber daya yang tersedia untuknya. Penampilan melawan Shakhtar tidak bagus, ada banyak kesalahan, saya merasa sangat yakin dalam susunan pemain juga, tetapi Anda tidak bisa menyalahkan satu orang.”

“Ini merupakan sebuah akumulasi keadaan, rangkaian peristiwa yang telah menyebabkan ini. Menjual Cristiano adalah hal yang gila ketika mereka tidak memiliki siapa pun untuk mencetak gol,” tuntas pria berusia 69 tahun tersebut. (oke/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...