7 April 2020

Perbedaan Nasib Rodger dan Klopp di Liverpool

Konfrontasi - Brendan Rodgers dan Jurgen Klopp sama-sama gagal memberikan trofi di tiga musim awal menangani Liverpool. Prestasi terbaik Rodgers di tiga musim awal (2012-2015) menangani Liverpool ialah mengantarkan The Reds finis runner-up di Liga Inggris 2013-2014.

Sementara prestasi terbaik Klopp adalah membawa Liverpool finis runner-up di Piala Liga Inggris dan Liga Eropa 2015-2016, serta Liga Champions 2017-2018. Akan tetapi, kenapa Rodgers dipecat Liverpool pada musim keempat kepelatihannya, sedangkan Klopp tidak?

Performa di musim keempat awal jadi tolok ukur mengapa nasib Rodgers dan Klopp berbeda. Pada delapan pekan awal di Liga Inggris 2015-2016, Rodgers hanya membawa Liverpool meraih tiga menang, tiga imbang dan dua kalah. Alhasil, Roberto Firmino dan kawan-kawan tertahan di posisi enam Liga Inggris dan posisi Rodgers pun digantikan Klopp.

Bagaimana dengan Klopp di delapan awal Liga Inggris 2018-2019 yang notabene musim keempatnya menangani Liverpool? Hasil yang diraih Liverpool sangat impresif, yang mana meraih enam menang dan dua imbang dalam delapan pertandingan awal. Saat itu, koleksi 20 poin milik Liverpool identik dengan Man City di puncak klasemen.

Di akhir musim Liverpool memang gagal menjadi kampiun Liga Inggris 2018-2019. Namun, apresiasi layak diberikan Mohamed Salah dan kawan-kawan mengingat mereka sanggup mengoleksi 97 poin, terpaut satu angka dari Man City selaku tim juara. Sebelumnya, tidak pernah satu kali pun tim yang meraup 90+ poin gagal menjadi kampiun.

Meski gagal di Liga Inggris, Liverpool berjaya di Liga Champions dengan keluar sebagai jawara.

Dalam partai puncak yang dilangsungkan di Estadio Wanda Metropolitano, Liverpool menang 2-0 atas Tottenham Hotspur. Prestasi di atas itulah yang membedakan nasib Klopp dan Rodgers di musim keempat menangani Liverpool. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...