Pecat Sarri, Juventus Bisa Ambil Pengalaman dari Liga Champions 1995-1996

Konfrontasi - Masa depan pelatih Juventus, Maurizio Sarri, tengah ramai diperbincangkan. Menurut laporan The Sun, jika Juventus disingkirkan Olympique Lyon dalam laga leg II babak 16 besar Liga Champions kontra Lyon dini hari nanti, posisi Sarri sebagai pelatih Juventus akan dicopot.

Lantas, siapa pelatih yang akan menggantikan posisi Sarri? Sebanyak tiga nama muncul ke permukaan, yakni Mauricio Pochettino, Gian Piero Gasperini (Atalanta) dan Simone Inzaghi (Lazio).

Namun, banyak orang menyarankan Juventus agar tidak memilih salah satu dari tiga nama di atas. Sebab, ketiganya tidak memiliki pengalaman memenangkan trofi Liga Champions. Di saat yang bersamaan, Juventus membutuhkan pelatih yang berpengalaman memenangkan trofi Liga Champions demi menuntaskan ambisi mereka.

Sekadar informasi, sudah 24 tahun lamanya Juventus tidak menjadi kampiun Liga Champions. Terakhir kali Juventus juara Liga Champions ialah pada 1995-1996, ketika mengalahkan Ajax Amsterdam dengan skor 4-2 via adu penalti.

Meski begitu, manajemen Juventus saat ini dapat berkaca kepada keputusan manajemen pada 1994-1995. Saat itu, manajemen Juventus menunjuk pelatih minim pengalaman di kancah kompetisi antarklub Eropa, Marcello Lippi.

Ketika ditunjuk, Lippi belum pernah membawa tim asuhannya tampil di Liga Champions. Akhirnya, kesempatan Lippi mentas di Liga Champions terealisasi semusim kemudian, atau tepatnya pada 1995-1996.

Saat itu, Juventus lolos ke Liga Champions setelah keluar sebagai kampiun Liga Italia 1994-1995. Hebatnya di musim pertama tampil di Liga Champions (1995-1996), Lippi langsung membuat gebrakan.

Pelatih yang kini berusia 72 tahun itu membawa Juventus juara Liga Champions! Merujuk pada fakta di atas, minim pengalaman di Liga Champions, bukan berarti menutup peluang seorang pelatih membawa tim asuhannya menjadi yang terbaik.

Karena itu, tidak ada salahnya bagi manajemen Juventus untuk menunjuk salah satu dari Pochettino, Gasperini dan Inzaghi, jika nantinya mereka memutuskan memecat Sarri. Untuk Gasperini, pelatih 62 tahun itu sedang menjalani musim terbaiknya sebagai pelatih.

Setelah membawa Atalanta finis di posisi tiga Liga Italia, La Dea –julukan Atalanta– mampu menembus perempatfinal Liga Champions. Hebatnya, ini merupakan musim perdana Gasperini dan Atalanta tampil di Liga Champions. (oke/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...