21 November 2017

Manuver Jitu Gojek dan Traveloka Arungi Liga 1

Konfrontasi - Geliat GoJek dan Traveloka mengencang. Keduanya tampil sebagai sponsor utama Liga 1, kompetisi profesional kasta tertinggi di Tanah Air. Ini menjadi terobosan positif di tengah upaya PSSI membangun industri sepakbola nasional.

Masing-masing gelontorkan Rp90 miliar, titel kompetisi pun berubah jadi GoJek Traveloka Liga-1 2017. Tentu, ada alasan khusus yang membuat dua perusahaan ini berani terjun. Itu adalah kesamaan misi dengan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

Nadiem Makarim, CEO sekaligus pendiri GoJek, menyatakan perusahaannya bakal memberikan berbagai kemudahan kepada para suporter klub buat menyaksikan Liga 1. Ia sadar kadar fanatisme penonton kepada klub yang disukainya amat besar.   

Karena itu, GoJek berencana memasukkan pemesanan tiket pertandingan ke dalam aplikasi mereka. Sistem itu bakal membuat suporter lebih nyaman. Mereka tak perlu kepanasan atau kehujanan antre tiket demi menonton klub idolanya.

"Kami bangga menjadi bagian dari penyelengaraan Liga 1. Sepakbola adalah olahraga yang begitu dicintai dan dapat menyatukan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia," kata Nadiem.

Selain itu, dia juga menambahkan bahwa liga ini akan menumbuhkan semangat ekonomi kerakyatan. Menurutnya, dalam setiap pertandingan, pasti ada roda ekonomi yang bergerak melibatkan pengusaha kecil.

"Semangat ini sesuai misi GoJek, yakni memberdayakan micro-entrepreneur dan pengusaha kecil," kata Nadiem.
 
Sementara itu, Dannis Muhammad, Head of Marketing Traveloka, menambahkan, perusahaannya memutuskan jadi sponsor Liga 1 karena ingin menciptakan kemudahan bagi suporter dan klub saat melakoni laga tandang. Itu sejalan dengan misi Traveloka, perusahaan penyedia tiket transportasi dan penginapan.

Traveloka terlibat, klub maupun suporter tak perlu lagi risau kehabisan tiket transportasi dan penginapan saat memainkan laga tandang. Berbagai kemudahan itu bisa diakses melalui situs resmi Traveloka.

"Kami bangga bisa menjadi bagian dari sejarah persepakbolaan Indonesia. Keikutsertaan Traveloka dalam mendukung suksesnya pertandingan sepakbola sejalan dengan semangat dan misi kami memudahkan mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Dannis.

Dari segi bisnis, keputusan GoJek dan Traveloka tampil sebagai sponsor utama tentu bukan tanpa perhitungan. Setidaknya, logo dan brand perusahaan mereka selalu tampil mengiringi setiap aktivitas Liga 1. Popularitas meningkat, potensi lipatkan jumlah user jasa mereka pun merebak.

Selain itu, ada esensi lain di luar hitung-hitungan uang. GoJek Traveloka Liga 1 2017 juga sodorkan sejumlah terobosan. Ini bakal membuat kiprah kompetisi kian menarik dilihat dan disimak hingga akhir musim nanti.

Terobosan itu meliputi penerapan pemain U-23, pembatasan usia pemain di atas 35, marquee player, dan jumlah pergantian pemain dari tiga menjadi lima kali. Memang, terobosan ini menuai pro dan kontra.

Bahkan, PSSI pun sampai berkirim surat ke FIFA buat menjelaskan regulasi pergantian lima pemain. Maklum, dalam Law of The Game FIFA, klub yang bermain di kompetisi tertinggi hanya diizinkan melakukan tiga kali pergantian pemain di setiap laga.

Keputusan PSSI menerapkan aturan itu tak lepas dari keharusan menurunkan tiga pemain U-23 minimal 45 menit di setiap laga. Ini demi wujudkan harapan PSSI meningkatkan jumlah pesepakbola di Tanah Air.

Saat ini, Indonesia hanya punya 67.000 pesepakbola di antara 254 juta jiwa penduduknya. Angka itu amat mengejutkan. Singapura, Spanyol, Italia yang jumlah penduduknya lebih sedikit saja punya lebih banyak pesepakbiola dibandingkan Indonesia.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...