Keganasan Courtois Ancam Hegemoni Jan Oblak

Konfrontasi - Thibaut Courtois sempat terasingkan ketika tiba di Santiago Bernabeu pada musim lalu. Kehebatannya mengawal kesucian gawang pun bak tenggelam seiring kedatangan sejumlah pemain bintang di Real Madrid.

Dari 35 pertandingan di semua kompetisi yang telah dijalani Courtois pada musim lalu, dia tercatat telah kebobolan sebanyak 48 kali. Dari jumlah pertandingan yang dimainkan Courtois di semua kompetisi, dia hanya memiliki kesempatan 27 laga atau 2.430 menit bermain di Liga Spanyol. 

Tentunya itu bukan musim yang diinginkan kiper asal Belgia, sebab ia tidak sepenuhnya mampu memertahankan posisinya sebagai penjaga gawang lantaran harus berbagi tempat dengan Keylor Navas. Tetapi sejak Zinedine Zidane mengakhiri perdebatan tentang kiper pilihan pertamanya dan Courtois mampu menjawab semua keraguan banyak kalangan.

Jika merujuk dari statistik yang dibeberkan Marca, Kamis (5/3/2020), musim ini Courtois telah melakukan penyelamatan dengan persentase 76,6% tendangan lawan. Dibandingkan dengan tiga kiper terbaik di urutan teratas Liga Spanyol, yakni Jan Oblak dan Ter Stegen, Courtois jauh lebih baik.

Oblak hanya mampu mengumpulkan penyelamatan sebanyak 75%. Kehebatan Courtois juga semakin terlihat ketika melakukan penyelamatan tendangan di dalam area penalti.

Courtois tercatat telah melakukan penyelamatan sebanyak 72%. Ini jauh lebih baik dibandingkan Oblak dan Ter Stegen yang hanya mengumpulkan 54,4%.

Melihat statistik tersebut peluang Courtois untuk mendapatkan penghargaan individual Zamora Trophy semakin besar. Sebab, saat ini dia berada di peringkat pertama dengan jumlah clean sheet sebanyak 12 kali.

Andai Courtois berhasil meraih meraih trofi Zamora, maka ini kali kedua ia mendapatkannya. Sebelumnya, kiper berusia 27 tahun itu pernah mendominasi penghargaan individual selama dua musim 2012/2013 dan 2013/2014 sewaktu membela Atletico Madrid.

Selain itu, Courtois juga bisa menjadi perusak hegemoni Oblak dalam empat tahun terakhir. Sebab, kiper asal Slovenia itu telah mendominasi penghargaan ini selama empat musim secara beruntun (2015-2019). (snd/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...