Dikalahkan Jerman, Koeman Tetap Puji Penampilan Anak Asuhnya

Konfrontasi - Belanda harus mengakui keunggulan Jerman, dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2020, Grup C di Stadion Amsterdam Arena, Senin (25/3/2019) dinihari WIB. Dalam laga itu, tim Oranye kalah dengan skor 2-3 dari tim Panser Jerman.

Meski kalah, pelatih timnas Belanda Ronald Koeman mengatakan tetap bangga dengan permainan anak asuhnya. Sebab, Belanda mampu menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol dibabak pertama, meski akhirnya kalah dengan gol telat yang dicetak Jerman.

"Saya bangga dengan cara kami bermain di babak kedua, kami tertinggal 2-0 (di babak pertama), dan dalam situasi itu anda tidak bisa duduk tenang," ujar seperti dikutip dari Reuters.

"Kami bermain sangat baik untuk bisa mengejar ketertinggal. (saya rasa) akan lebih adil bagi kami jika pertandingan berakhir imbang dan kami mendapat satu poin," ucapnya menambahkan.

Koeman mengatakan, Jerman bukan tim yang mudah dihadapi dalam level pertandingan apapun. Menurutnya tidak ada jaminan bagi tim manapun bisa menang mudah ketika berhadapan dengan pasukan Joachim Loew.

"Dengan Jerman itu selalu bisa menuju ke segala arah. Di Liga Bangsa-Bangsa tahun lalu kami mengalahkan mereka tetapi hasil pertandingan bisa saja dengan mudah berakhir imbang," katanya.

“Kemudian kita bermain tandang menghadapi mereka, (Hasil seri) dan itu bisa dengan mudah berakhir dengan kekalahan. Sekarang (kualifikasi Euro 2022) kita bisa menang tetapi akhirnya kalah," ujarnya melanjutkan.

"Saya pikir kita harus memberikan pujian untuk tim Belanda," ucapnya.

Seperi diberitakan sebelumnya, Jerman memetik poin penuh dari laga perdana kualifikasi Piala Eropa 2020. Tak tanggung-tanggung, Jerman menaklukkan musuh bebuyutan Belanda 3-2 pada laga sengit Grup C di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Senin (25/3) dini hari WIB.

Bermain di markas lawan, tidak membuat juara dunia 2014 dilanda kegugupan. Bahkan laga baru berjalan tiga menit, kubu tamu sudah memperoleh peluang emas. Beruntung bagi tuan rumah, penjaga gawang Jasper Cillessen bisa mementahkan sepakan penyerang Jerman Serge Gnabry.

Die Manschaft terus menjaga dominasi hingga akhirnya Leroy Sane sukses membawa timnya unggul pada menit ke-15. Gol berawal dari umpan Toni Kroos kepada Nico Schulz. Sang winger asal Hoffenheim ini lantas memberikan bola kepada Sane. Dengan tenang Sane memperdaya Cillesen.

Jerman kian percaya diri. Terbukti pada menit ke-34, Der Panzer menambah keunggulan melalui sontekan Gnabry. Skor 2-0 untuk pasukan Loew bertahan hingga turun minum. Usai jeda, suasana pertandingan berubah 180 derajat. Tuan rumah langsung melancarkan serangan cepat ke pertahanan tim tamu.

Baru semenit babak kedua dimulai, Belanda berhasil memperkecil ketertinggalan. Tandukan Matthijs de Ligt memanfaatkan umpan Memphis Depay, merobek jala Manuel Neuer. Pasukan Negeri Kincir Angin semakin kesetanan. Anak asuh Ronald Koeman melakukan tekanan ke lini belakang Der Panzer secara bertubi-tubi.

Terus menyerang skuat Oranye sukses menyamakan kedudukan. Giliran Depay yang mencatatkan namanya di papan skor. Sepakan jarak dekat penyerang Olympique Lyon itu tak mampu ditepis Neuer. Di sisa waktu yang ada, Belanda terus mengurung pertahanan Jerman. Keasyikan menyerang, tuan rumah justru kebobolan pada menit terakhir waktu normal. Sontekan Nico Schulz, memanfaatkan umpan Marco Reus membungkam publik Johan Cruijff Arena. Skor 3-2 untuk Die Manschaft bertahan hingga penghujung laga. (rol/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...