2 Kali Juventus Raih Hasil Kurang Memuaskan, Ini Pembelaan Sarri

Konfrontasi - Juventus gagal memperoleh hasil maksimal dalam dua pertandingan terakhir mereka di ajang Liga Italia 2019-2020. Meski begitu, pelatih Juventus, Maurizio Sarri, menerangkan bahwa kondisi timnya baik-baik saja.

Pada pertandingan sebelumnya, yakni menghadapi AC Milan di giornata ke-31, Juve sejatinya harus menelan kekalahan dengan skor 2-4. Hal tersebut sebenarnya sangat disayangkan karena La Vecchia Signora telah unggul 2-0 lebih dulu.

Hasil tersebut membuat sejumlah pihak berpikiran bahwa para pemain Juve mengalami kelelahan. Akan tetapi, Sarri menegaskan bahwa itu bukan masalah fisik. Sebab, tim-tim lainnya juga memiliki jadwal yang sama padatnya.

Sementara itu, pada pertandingan teranyar, yakni menghadapi Atalanta di giornata ke-32, Juve hanya bisa bermain imbang dengan skor 2-2. Dalam pertandingan tersebut, Juve bahkan hampir saja menelan kekalahan.

Kendati demikian, di menit ke-90 Cristiano Ronaldo sukses mengkonversi hadiah penalti yang diperoleh timnya menjadi gol untuk menyamakan kedudukan. Sarri pun tak terlalu ambil pusing perihal hasil imbang ini.

Menurut Sarri, menghadapi Atalanta bukanlah hal yang mudah. Apalagi, Atalanta sedang dalam tren positif setelah dalam sembilan pertandingan terakhir di Liga Italia 2019-2020 selalu meraih kemenangan.

“Menghadapi Atalanta saat ini sulit bagi semua tim, bukan hanya kami. Mereka meraih sembilan kemenangan beruntun. Itu bukan masalah fisik saat hadapi Milan. Anda tidak dapat kehilangan energi dalam 30 detik,” jelas Sarri, seperti dikutip dari Football Italia, Minggu (12/7/2020).

"Kami tidak tajam malam ini (melawan Atalanta) jika dibandingkan saat di San Siro (menghadapi Milan). Tetapi, tim bertahan dengan lebih baik selama 90 menit dan lebih konsisten," lanjut mantan juru taktik Napoli dan Chelsea tersebut.

Pada laga melawan Atalanta semalam, Sarri sejatinya tidak memainkan Miralem Pjanic. Hal itu cukup berpengaruh karena lini tengah Juve kurang memiliki kreativitas. Sarri pun menjelaskan alasannya mencadangkan Pjanic.

“Pjanic memiliki masalah adduktor, tidak dalam kondisi bagus. Jadi, saya lebih suka untuk tidak mengambil risiko cedera otot ketika bermain setiap tiga hari dan kami membuat pilihan yang berbeda,” terang Sarri. (oke/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...