Wanipah Divonis Mati, Karena Dituduh Sebagai Kurir Heroin di Cina

KONFRONTASI - Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN) mendatangi
keluarga TKI Wanipah di desa Sendang, Karang Ampel Indramayu yang
divonis hukuman mati di pengadilan China karena kedapatan membawa
heroin, (16/5/15).

Dilihat dari data kartu keluarganya (KK), diketahui Wanipah binti
Jayadi lahir pada tanggal 17 April tahun 1987. Nasriah ibu kandung
korban mengatakan, Wanipah berangkat ke luar negeri pada Agustus 2007.
Selain itu, data pada paspornya dipalsukan menjadi 1 Mei 1978. berarti
umurnya dipalsukan/dituakan 9 tahun.

"Saat akan pulang ke Indonesia, Wanipah dititipi barang oleh seorang
yang tidak dikenalinya. ternyata isinya heroin, dan polisi yang
menangkapnya tidak mau tau penjelasan dari Wanipah". Ujar Nasriah Ibu
kandung korban.

"Wanipah anak baik, rajin sholat, dan dia cuma lulusan sekolah dasar
(SD). Jadi, mana mungkin anak saya terlibat sindikat peredaran
narkotika internasional" tambah Nasriah sambil meneteskan air matanya.

Ketua SPILN Imam Ghozali mengatakan, apakah hak-hak dari korban sudah
terpenuhi. bagaimana informasi proses pengadilannya, apakah pihak
keluarga korban tahu putusan pengadilannya, siapa pengacaranya yang
ditunjuk di luar negeri dan bagaimana pembelaannya disana (Tiongkok).

Untuk diketahui, pihak keluarga mengatakan hanya mendapat surat dari
kementrian luar negeri tentang konfirmasi nama dan alamat Wanipah yang
telah dipalsukan dan pengadilan di China telah memvonis Wanipah
hukuman mati. Seharusnya, pemerintah memberitahu kepada pihak keluarga
upaya pembelaan seperti apa yang telah pemerintah lakukan.

Selain itu, pihak keluarga sangat berharap bisa difasilitasi oleh
pemerintah untuk dapat ke China dan bisa bertemu langsung dengan
Wanipah. "Saya pengen sekali ketemu dengan anak saya" ratap Nasriah
sambil menangis.

Untuk diketahui, saat ini ayah dan ibu Wanipah sudah berada di kantor
SPILN, kami akan bawa mereka ke semua instansi pemerintah terkait
permasalahan TKI.[ian]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...