Wamenkumham Intervensi KPK, SP3 Sjamsul Nursalim dan Itjih Sjamsul Nursalim tidak Sah

KONFRONTASI - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman mempertanyakan kebijakan KPK atas dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas Tersangka Sjamsul Nursalim (SN) dan istrinya Itjih Sjamsul Nursalim (ISN). 

"Dari penjelasan KPK sebagaimana di muat Koran Tempo 3 April, Keputusan SP3 atas Syamsul Nursalim dan Itjih Nursalim itu diambil setelah menerima masukan dari Wamenkumham, berarti  masukan dari Wamenkumham yang merupakan intervensi dari pemerintah terhadap independesi KPK itu merupakan conditio sine qua non, artinya  tanpa masukan dari pemerintah cq Wamenkumham itu, SP3 tidak akan dikeluarkan." kata Yusri Usman dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (6/4).

Menurut Yusri, SP3 Syamsul Nursalim dan Itjih Nursalim tidak sah sebab dikeluarkan karena intervensi pihak eksekutif terhadap independensi KPK.

"SP3 Syamsul Nursalim dan Itjih Nursalim tidak sah" tegasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, SP3 atas tersangka Sjamsul Nursalim dan istrinya merupakan langkah tindak lanjut usai Mahkamah Agung (MA) memutus lepas Syafruddin Arsyad Tumenggung (SAT), mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional dan kemudian diikuti penolakan permohonan Peninjauan Kembali (PK) dari KPK.

"Kami memastikan penghentian perkara tersebut telah sesuai aturan hukum yang berlaku karena putusan akhir pada tingkat MA dalam perkara SAT menyatakan ada perbuatan sebagaimana dakwaan tapi bukan tindak pidana," kata Ali dalam keterangannya, Minggu (4/4/2021).

KPK, kata Ali, telah berupaya maksimal sampai kemudian saat itu juga diajukan upaya hukum luar biasa PK walau pun akhirnya ditolak oleh MA. "Pengajuan PK ini pertama kali dalam sejarah KPK sebagai bentuk keseriusan kami menyelesaikan perkara tersebut," kata Ali.

Namun, lanjut Ali, karena syarat unsur adanya perbuatan penyelenggara negara tidak terpenuhi berdasarkan putusan akhir MA itu. Maka penyidikan tersangka Sjamsul Nursalim dan istrinya turut serta dihentikan.

"SN dan ISN sebagai orang yang turut serta melakukan perbuatan bersama-sama dalam satu rangkaian peristiwa dan perbuatan yang sama dengan SAT selaku penyelenggara negara, maka demi kepastian hukum KPK menghentikan penyidikan perkara dimaksud," kata Ali.

KPK memang memiliki kewenangan baru dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, yakni menerbitkan surat penghentian penyidikan dan penuntutan (SP3) sesuai dengan revisi UU KPK.
Penghentian penyidikan dan penuntutan dapat dicabut oleh pimpinan KPK apabila ditemukan bukti baru yang dapat membatalkan SP3 atau berdasarkan putusan praperadilan.[ian/snw]

 

 

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...