Walah! Petrus Selestinus Desak Habib Rizieq Mundur sebagai Saksi Ahli di Sidang Ahok

KONFRONTASI - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mendesak pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab berjiwa besar mundur sebagai ahli dalam sidang Basuki Tjahaja. Purnama alias Ahok. Pasalnya, habib Rizieq berpotensi tidak mampu bersikap netral, independen dan obyektif dalam kasus dugaan penistaan agama tersebut saat memberikan pendapatnya sebagai ahli baik terhadap kepentingan JPU maupun bagi Ahok.

"Sebagai pimpinan tinggi FPI dan sebagai tokoh yang secara head to head terlibat dalam gerakan menuntut Ahok harus dihukum, maka Habib Rizieq sebaiknya atas kesadaran sendiri menyampaikan di hadapan Majelis Hakim untuk tidak diperiksa sebagai ahli agama Islam. Ini sesuai dengan etika dan profesionalisme seorang ahli dalam perkara pidana," ujar Petrus di Jakarta, Selasa (28/2).

Majelis Hakim, kata Petrus, juga mempunyai kewenangan mendiskualifikasi kedudukan Rizieq sebagai ahli. Pasalnya, sejak awal, Rizieq sudah menunjukkan sikap kebencian atau ketidaksukaannya bahkan menuntut Ahok harus ditangkap, ditahan, diberhentikan dari jabatan dan dihukum.

"Tugas Majelis Hakim adalah menggali sebanyak-banyaknya informasi seputar aktivitas Habib Rizieq, apakah terdapat kepentingan yang bersifat pribadi dari ahli dengan subyek atau obyek perkara yang sedang diperiksa. Seorang ahli tidak boleh ada kepentingan pribadi atau conflict interest yang sangat mempengaruhi independensi dan kejujuran seorang ahli," tandas dia.

Menurut Petrus, Majelis Hakim juga seharusnya sudah mengetahui informasi tentang cara hidup dan kesusilaan seorang ahli sebelum ahli itu didengar keterangannya. Informasi tersebut, kata dia akan membuat Majelis Hakim bisa mengambil sikap tegas apakah mendiskualifikasi ahli atau tetap didengar keterangannya.

"Dalam persidangan pidana memang salah satu kelemahannya adalah Majelis Hakim tidak cukup punya informasi memadai tentang ahli yang bersangkutan. Nah, dalam konteks itu, hakim bisa minta informasi dari terdakwa atau kuasa hukumnya terkait kualifikasi keahlian ahli, soal independensi, soal tidak adanya konflik kepentingan, soal cara hidup dan kesusilaan ahli," imbuh dia.

Lebih lanjut, Petrus menilai Rizieq Syihab sudah jelas sebenarnya berada dalam kualifikasi ahli yang berpotensi mempengaruhi profesionalismenya, independensi dan kejujurannya sebagai ahli. Jika Rizieq Syihab tidak berjiwa besar untuk mengundurkan diri, maka Majelis Hakim secara tegas dapat mendiskualifikasi Habib Rizieq Syihab sebagai ahli.

"Keterangan Habib Rizieq Syihab di dalam BAP sebagai ahli juga harus dinyatakan tidak mempunyai kekuatan pembuktian yang mengikat secara hukum," pungkas dia.[ian/best]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...