Ulama dan Rakyat Bergerak di Bandung, Tuntut Pemilu Jurdil, Dukung Prabowo-Sandi

BANDUNG- Aksi tolak kecurangan Pemilu di Istiqomah dan DPRD Bandung Jabar diikuti 2000 lebih Ulama, Massa bergolak sampai sore hari, tuntut pemilu jurdil dan dukung Prabowo-Sandi. Mereka desak paslon 01 diskualifikasi akibat pemilu curang.

Tokoh masyarakat, Para cendekiawan , emak emah dan kaum mellinial bergerak ke kota Bandung mendesak KPU bersikap amanah, menolak pemilu curang dan menuntut pemilu jurdil dan transparan, akuntabel.Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Peduli Pemilu Tanpa Kecurangan (GPP-Tanpa Kecurangan) berunjuk rasa di depan Gedung Sate dan Kantor DPRD Jabar, Kota Bandung, Jumat (17/5/2019). Mereka mengkritik Pemilu 2019 yang begitu banyak kekurangannya.

Para pengunjuk rasa ini adalah kaum ibu atau emak-emak dan para pemuka agama. Mereka berjalan kaki dari Masjid Istiqamah di Jalan Taman Citarum, menuju depan Gedung Sate, dan akhirnya di Kantor DPRD Jabar untuk beraudiensi dengan anggota dewan.

 

Sambil membawa spanduk dan poster berisi tuntutan dan kritik terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019, mereka membawa dan mengacungkan kartu merah, sebagai tanda protes dan simbol bahwa telah terjadi pelanggaran dalam Pemilu 2019.

 

Acungkan Kartu Merah, Warga Demo Soal Pemilu yang Dinilai Curang di Gedung Sate Bandung

Di Gedung DPRD Jabar, sejumlah perwakilan massa masuk kemudian beraudiensi, sedangkan massa lainnya berorasi di depan gedung. Mereka menyatakan praktik penyelenggaraan Pemilu 2019 dirasakan tidak menunjukkan konsistensi

Mantan Komisioner KPK Bambang Widjayanto, sempat angkat Bicara Kasus Kecurangan Pemilu yang sangat Brutal, dan di Bandung, massa bergerak deras.

Massa Gerakan Peduli Pemilu Tanpa Kecurangan melakukan kegiatan unjuk rasa dan Long March dari Masjid Istiqomah Jl. Taman Citarum ke Gedung Sate Jl. Diponegoro Kota Bandung dari pukul 12.30 hingga pukul 15.00 WIB.

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...