Tujuh Saksi Akui Terima THR dari Si 'Ngeri-ngeri Sedap'

KONFRONTASI-Tujuh saksi dari unsur staf PNS Sekretariat Jenderal di DPR mengakui menerima duit Tunjangan Hari Raya (THR) pada tahun 2013 senilai Rp1 juta rupiah.

Adapun ke-tujuh saksi tersebut adalah, Ade Hendra Gunawan, Suharyono, Reni amir, Kus Indarwati, Raden Sugeng Trisasono, Ade Hendra Gunawan dan Amir. Namun mereka menepis uang THR tersebut diberikan oleh Sutan Bhatoegana saat menjabat sebagai Ketua Komisi VII DPR RI.

Mereka kompak menjawab menerima THR itu dari atasannya Dewi Barliana, kepala staf di Komisi VII DPRI. Adapun THR itu diberikan oleh Dewi di ruang kerjannya dengan amplop berwarna putih.

"Iya pernah terima THR Rp 1 juta. Dari Ibu Dewi Barliana," kata Ade Hendara dan diamini oleh saksi lainnya saat berksaksi pada sidang Sutan Bhatoegana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/5/2015).

Mendengar jawaban itu, Sutan terlihat diam. Pasalnya pengakuan itu memperkuat surat dakwaan Jaksa KPK. Dimana KPK mencurigai pemberian duit THR itu adalah berasal dari suap yang diterima Sutan dari Sekjen ESDM Waryono Karno.

Dimana pada tahun 2013 ini Sutan menjabat sebagai Ketua Komisi VII DPR. Dia disebut menerima duit THR dari Kementerian ESDM untuk memuluskan pembaahasan RAPBN-P pada tahun 2013. Nah, duit yang dibagi-bagi itu dicurigai dari pihak Kementerian ESDM.

Sebelumnya, Mantan Kepala Bagian (Kabag) Sekretariat Komisi VII Dewi Barliana membenarkan dirinya dan 11 stafnya pernah menerima uang dari mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana.

"Staf saya pernah dipanggil oleh Pak Sutan, saat itu Ibu Wati dipanggil oleh Pak Sutan ke ruangan. Saat itu saya tidak di tempat, sedang ke luar. Dan dia (Wati) dapat dari bapak (Sutan). Kata dia (Wati) ada titipan. Saya bilang karena sudah ada nama-namanya ya dibagikan aja. Staf ada 11," ujar Dewi di depan majelis hakim.

Diketahui, Sutan Bhatoegana yang akrab dengan istilah "ngeri-ngeri sedap" ini didakwa dengan tiga dakwaan. Salah satunya dugaan penerimaan USD140.000 dari Waryono Karno melalui Iryanto Muchyi, pada 28 Mei 2013.

Penyiapan uang tersebut dilakukan Waryono bersama mantan Kepala Biro Keuangan ESDM Didi Dwi Sutrisnohadi dan Ego Syahrial selaku Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama.

Rinciannya, empat pimpinan Komisi VII masing-masing menerima USD7.500, 43 anggota Komisi VII menerima masing-masing sejumlah USD2.500 dan untuk Sekretariat Komisi VII sejumlah USD2.500.

Setelah selesai dihitung, uang tersebut dimasukkan ke dalam amplop warna putih dengan kode di bagian pojok kanan atas dengan huruf A artinya Anggota, Kode P artinya Pimpinan dan S artinya Sekretariat sebanyak satu amplop.

Pemberian tersebut berkaitan dengan upaya Sutan berkaitan dengan pembahasan dan penetapan asumsi dasar migas APBN-P Tahun Anggaran 2013, pembahasan dan penetapan asumsi dasar subsidi listrik APBN-P Tahun Anggaran 2013, dan pengantar pembahasan RKA-KL APBN-P Tahun Anggaran 2013. [mr/inl]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA