Trisakti dan Nawacita Jokowi Gagal, Jokowi Hampir Pasti Kalah

KONFRONTASI- Para analis dan aktivis pergerakan mengingatkan, memburuknya ekonomi dan kekecewaan ummat Islam membuat Jokowi hamper pasti kalah di Pilpres 2019. Jokowi makin dijauhi ummat Islam karena kepemimpinannya gagal di bidang ekonomi, sementara para pembantunya seperti Luhut B Panjaitan,Darmin Nasution dan Sri Mulyani dan Mendag Enggar tidak mampu memecahkan persoalan ekonomi, malah meneruskan ketergantungan ekonomi pada asing. Akibatnya, rakyat atau ummat Islam yang umumnya kelas bawah dan menengah sangat frustasi pada Jokowi-JK.

Demikian peringatan  dari Darmawan Sinayangsah, Direktur Freedom Foundation dan Nehemia Lawalata, tokoh Persatuan Alumni GMNI.

Menurut keduanya, selama empat tahun terakhir Neoliberalisme Sri Mulyani-Darmin makin memperburuk ekonomi dan  hal itu telah memukul kehidupan kaum petani/petambak (padi, tebu, bawang, garam dll) dan memukul kaum nelayan karena kebijakan Jokowi tidak berpihak pada jutaan rakyat kecil itu.

‘’Nawacita dan Trisakti cuma slogan kosong, rakyat makin miskin,’’kata Lawalata.

Apalagi, katanya, Neoliberalisme ekonomi dan perburuan rente yang berwatak pesta pora oligarki demi pembiayaan politik 2019.  ‘’Disinyalir, istana dikelilingi para pemburu rente , terutama 9 Naga dan kelompok elite  jaringannya,  ingin pesta pora lagi dengan nafsu memenangkan Jokowi 2019, karena merekalah para oligarki di balik Jokowi-Maruf yang meraup trilyunan rupiah dari impor pangan/energi. Akibatnya, kekecewaan dan derita ummat Islam yang umumnya petani, buruh, petambak, dan kaum miskin lainnya, makin mendalam,’’imbuh Nehemia Lawalata.

‘’Bahwa pemerintahan Jokowi  gagal total dalam ekonomi, utang bertumpuk-tumpuk tapi ekonomi rakyat terpuruk dan daya beli rakyat ambruk,’’ kata Darmawan.

Darmawan menilai, pelbagai kelemahan dan kesalahan kebijakan ekonomi dan sosial, menggerus elektabilitas Jokowi sampai titik nadir .’’Reuni 212 itu cerminan frustasi dan luka derita ummat Islam yang tidak tertahan lagi,’’ujarnya. Bahkan pemerintah Jokowi dikelilingi oleh elemen-elemen dan elite yang anti-Islam atau phobia Islam yang membuat kaum Muslim makin meninggalkan Jokowi. (ff)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA