2 April 2020

Tolak "Sumpah Kutukan" Anas, Bambang KPK Puji Kecerdasan Hakim

KONFRONTASI - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto memuji kecerdasan Majelis Hakim yang menolak permintaan Anas Urbaningrum untuk melakukan mubahalah, atau sumpah kutukan atas putusan yang telah dijatuhkan sudah tepat.

Mubahalah adalah dua pihak yang saling memohon dan berdoa kepada Allah, agar melaknat dan membinasakan pihak yang dusta, atau menyalahi pihak kebenaran.

"Hakim cukup cerdas untuk mengantisipasi manuver Anas yang mempolitisasi ruang sidang dengan kepentingan sempitnya, yang terbukti melakukan kejahatan korupsi dan pencucian uang secara berlanjut dan berulang, yang dibalut dengan simbol-simbol agamis," ujar Bambang dalam pesan singkat kepada wartawan, Rabu 24 September 2014 kemarin.

Juru Bicara KPK, Johan Budi, mengatakan terkait sumpah yang diusulkan Anas itu tidak diatur dalam proses persidangan. Johan juga mengapresiasi sikap hakim. "Hakim tidak menjawab, lalu menutup persidangan," ujar dia.

Meski demikian, Johan menilai KPK tidak merasa dilecehkan dengan adanya usulan tersebut. "Kami tidak merasa dilecehkan, itu hak Anas," kata Johan.

Diketahui, ihwal sumpah kutukan yang diajukan ini merupakan ikhtiar Anas yang meyakini atas substansi pembelaan yang pernah dia sampaikan di persidangan beberapa waktu lalu. Dalam perkara ini, mantan anggota Komisi X DPR itu yakin tidak bersalah.

"Karena saya sebagai terdakwa, saya yakin, penuntut umum yakin, mohon majelis hakim untuk melakukan mubahalah," ujar bekas Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Majelis hakim sempat bingung dengan permintaan 'tak biasa' dari seorang terdakwa. Namun, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Haswandi itu tak menggubris permintaan Anas.

Ketua majelis langsung menutup jalannya sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. "Dengan adanya putusan ini, maka sidang dengan perkara terdakwa Anas Urbaningrum ditutup," tegas majelis hakim.[ian/vvn]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...