12 December 2019

Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok karena Dia Politisi Bermasalah

KONFRONTASI- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan masuk ke dalam BUMN. Pria yang biasa disapa Ahok ini dikabarkan bakal menjadi bos Pertamina, namun ada penolakan massal  oleh karyawan BUMN itu..

Serikat pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) sendiri menolak bila benar Ahok menjadi pimpinan di sana. Penolakan tersebut dianggap lantaran latar belakang Ahok sebagai seorang politisi yang bermasalah. Sejumlah kasus Ahok bau sangit korupsi masih jadi kontroversi.

Media mencatat, Ahok tersangkut kasus Off budget dan itu resmi dilarang dan sudah disahkan di Komisi 9  DPR-RI dan  paripurna DPR-RI zaman Presiden Gus Dur

Dan yang membangun sistem monitor DKI itu bukan inisiatif Ahok, tapi anak muda yang namanya Rama, yang waktu itu baru membuat aplikasi namanya qlue.
'' Kok nggak sensitif banget  Pak jokowi ya. Kan luka akibat mulut Ahok belum hilang di masyarakat dan bangsa kita,'' kata seorang politisi DPR-RI yang enggan disebut namanya. Hal yang sama juga dikeluhkan para karyawan Pertamina.

"Bagaimana pun juga Ahok seorang politisi, yang berpotensi menimbulkan conflict of interest dalam pengelolaan kekayaan alam yang nilai ribuan triliun rupiah," kata Pakar Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada  Dr Fahmy Radhi saat dihubungi detikcom, Jakarta, Sabtu (16/11/2019).


Fahmy juga menilai bahwa keputusan Kementerian BUMN yang memilih Mantan Gubernur DKI Jakarta itu masuk di perusahaan pelat merah sektor energi pun kurang tepat. Karena, Ahok sama sekali tidak berpengalaman di sektor tersebut.

"Sesungguhnya tidak tepat sama sekali mengangkat Ahok di PLN atau BUMN di bidang energi. Alasannya, Ahok tidak punya track record di bidang energi," jelasnya.

Oleh karena itu, Fahmy menilai bahwa penolakan yang berasal dari SP Pertamina lebih kepada nasib BUMN sektor energi saat pimpin oleh seorang politisi.

"Keputusan mengangkat Ahok pada BUMN Strategis di bidang energi sangat blunder dan high risk, selain masalah lain yang memicu resistensi," ungkap dia.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...