Sentil Pemimpin (Jokowi) Masuk Gorong-gorong, Rizal Ramli: Gayanya Doang Merakyat, Kebijakannya Tidak !

KONFRONTASI- Setiap masa perjalanan Indonesia, masyarakat sudah mengalami beberapa kali perubahan terhadao karakter kepemimpinan. Dalam hal ini, Tokoh bangsa/Ekonom senior, Rizal Ramli menyebutkan bahwa paling tidak ada dua karakter utama yang paling diminati. Yakni, gagah dan merakyat.

“Ada masa, suka yang gagah dan berwibawa. Kemudian ada masa, suka yang merakyat, masuk gorong-gorong, cium kaki,” ujar Rizal dalam cuitan aku Twitter pribadinya, Minggu (5/7). Dalam kaitan ini, para analis menyebut Jokowi tidak punya kapasitas dan kemampuan mengatasi masalah, maka pencitraan dan buzzer menjadi satu-satunya alat/pilihan untuk menyelamatkan citra dan image-nya dari kehancuran akibat ketidakmampuannya sebagai  elite penguasa.

Tetapi kata Rizal, karakter kepemimpinan merakyat yang diharapkan mayarakat nampaknya tidak sesuai harapan. Pemimpin yang hadir seperti hanya berpura-pura.

“Gayanya doang merakyat. Tapi kebijakan tidak pro-rakyat. Masalah bukan selesai, malah dibikin ribet dan KKN semakin subur,” katanya.

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini menyebutkan, kondisi masyarakat yang kian susah akan segera mengakhiri karakter pura-pura merakyat pada pemimpin.

“Era “pura-pura merakyat” sudah berakhir. Era baru akan datang,” demikian Rizal. (*)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...