Sempat Surut, 10 Desa di Pasuruan Kembali Terendam Banjir

Konfrontasi - Setelah sempat surut, banjir kembali melanda desa-desa di Pasuruan. Sebanyak 10 desa di 3 kecamatan tergenang banjir.

Di Kecamatan Beju banjir terjadi di Desa Kedungringin, Kedungboto dan Cangkringmalang. Sementara di Kecamatan Rejoso, banjir melanda Desa Toyaning, Patuguran, Arjosari, Rejoso Lor, Jarangan. Di Kecamatan Grati, banjir di Desa Kedawungkulon.

Ketinggian banjir mencapai 40-80 sentimeter. Banyak rumah tergenang banjir.

"Sebenarnya banjir sudah surut. Tapi sore hari hujan lebat lagi dan lama sehingga banjir lagi," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati, Minggu (1/3/2020).

Berdasarkan pengamatan di lapangan, banjir di Kecamatan Rejoso siang ini sudah mulai surut. Namun di wilayah Beji, banjir masih tinggi.

"Di Desa Kedungringin ini karena sudah langganan banjir, banyak warga yang meninggikan rumah mereka agar tak kemasukan air. Tapi masih banyak juga yang rumahnya rendah sehingga tergenang," kata Kades Kedungringin Rizky Wahyuni.

Selain menyebabkan banjir di permukiman, hujan lebat sejak Sabtu sore sempat menyebabkan sejumlah ruas jalan di Jalur Pantura terendam. Antara lain Jalan Raya Bangil dan Jalan Raya Beji. Genangan di jalur pantura ini tak berlangsung lama, namun sempat menghambat lalu lintas.

Hujan lebat juga menyebabkan sejumlah pohon besar tumbang dan merusak jaringan telepon dan listrik. Di antaranya di Rembang dan di Bangil. Petugas sudah mengevakuasi pohon-pohon tumbang. (dtk/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA