Saatnya Presidential Threshold Nol Persen, Akhiri Demokrasi Kriminal

KONFRONTASI- Saatnya presidential threshold 20 persen dihapuskan menjadi Nol persen. Menurut peneliti  ICW Eghi Primayoga, jerat cukong terhadap calon pemimpin merupakan soal serius. Sehingga perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemilu & kepartaian yang sejauh ini menghasilkan demokrasi kriminal dengan berlakunya presidential threshold 20 persen. Maka presidential threshold harus dihapus menjadi Nol persen untuk menghasilkan pemilu/pilpres bebas dari demokrasi kriminal/politik uang yang berbiaya tinggi, apalagi Utang Pemerintah dan Utang BUMN sudah mencapai Rp10.600 Triliun, kata pengamat ekonomi Salamudin Daeng sesuai laporan kemenkeu dan BI.  Daeng ingatkan, berdasarkan laporan Kementerian BUMN, total utang BUMN sampai dengan akhir tahun 2018 saja total utang BUMN mencapai Rp5.604,39 triliun, sedang sampai tahun ini utang pemerintah sekitar Rp5000 trilyun. 

''Kami setuju, kata Bang Ramli Rizal, hal ini disebut 'demokrasi kriminal' yang 'akarnya' ada di presidential threshold. Saatnya dihapus presidential threshold 20 persen dan diganti dengan presidential threshold  Nol persen,'' ungkap F Reinhard MA, analis ekonomi politik dan peneliti  the New Indonesia Foundation

Generasi millennials disebut akan menjadi penentu yang memiliki porsi besar di pemilu dan Pilpres . Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai bahwa pemilih millennials memiliki rasa politik yang berbeda. Zuhro mengatakan para millennials lebih berpikir rasional, sehingga kebanyakan dari mereka suka dengan pemilih yang cerdas. Bahkan, ia menyampaikan pada pemilih millennials saat ini tidak bisa didikte dengan provokasi politik.“Mereka punya satu bayangan bahwa pemimpin adalah orang yg bisa meyakinkan, bagaimana kemampuan menyugesti anak-anak muda itu dari waktu ke waktu. Tapi yang paling mereka benci adalah korupsi. Jadi anak muda suka pemimpin yang cerdas, lugas, tegas, tapi friendly,” ungkapnya

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...