RR: Korupsi Bansos itu perbuatan Biadab. Menkopolhukam Mahfud pernah singgung Hukuman Mati

KONFRONTASI- Tokoh nasional yang juga begawan Ekonomi Rizal Ramli (RR)  memperingatkan keras bahwa korupsi bantuan sosial (Bansos) sangat biadab.  ''Saya prihatin, uang untuk rakyat kecil dan orang2 cacat itu dikorup oleh elite penguasa yang sudah mapan, tapi sangat keji dalam mengkorup/mencuri hak-hak dasar orang miskin dan cacat yang sangat butuh bantuan sosial di tengah pandemi corona dan kelumpuhan ekonomi bangsa di era Jokowi,'' ujar Rizal Ramli, Rabu (10/3/2021). Dalam dialog dengan mantan penyanyi Neno Warisman itu, RR mengingatkan bahwa bansos itu hak-hak dasar rakyat miskin dan kaum cacat, tapi kok masih tega juga elite penguasa mengkorupsinya. ''Kemunduran ekonomi sangat tajam,serius, dan rakyat miskin bertambah, kok tega mengkorupsi dana bansos,''tegas RR. 

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyarankan, para menteri dan pejabat publik yang melakukan tindak pidana korupsi saat bencana pandemi Covid-19 seperti saat ini diancam dengan hukuman mati. Selain Mensos,juga  disebut terduga koruptor lain di media sosial dan media massa seperti  politisi PDIP Herman Herry dan Madame yang maha berani dll.

"Saya berpendapat bisa dengan hukuman mati dan saya menyarankan agar menteri-menteri yang korupsi itu tuh diancam dengan hukuman mati, dituntut dengan hukuman mati," kata Mahfud dalam acara Webinar Dewan Pakar KAHMI, Senin (28/12).

Bertemu Mahfud MD, Rizal Ramli: Masalah Kita Selalu Berulang – FAJAR

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, ancaman hukuman mati bisa diberikan kepada Mensos Juliari Batubara sesuai dengan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi (Tipikor).

"Hukuman mati memang diatur di UU (Tipikor) Pasal 2," ujar komisioner yang akrab disapa Alex di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/12/2020).

Alex mengatakan, dalam Pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 dimungkinkan untuk menuntut hukuman mati jika terbukti ada kerugian keuangan negara dari perbuatan yang dilakukan Menteri Juliari.

Malah di bulan bulan lalu, ada buzzer bela koruptor bansos itu, sungguh terlalu. Lalu Rizal menyindir BuzzerRP yang asal membela suatu pihak atau tokoh tanpa membaca terlebih dahulu kebenaran dari berita yang disampaikan."Inilah contoh buzzeRP bodoh dan tidak membaca asal bela dan nyeplak (emoji tertawa)," kata Rizal Ramli seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com pada Minggu, 24 Januari 2021.

Neno Warisman dan Rizal Ramli. | Konfrontasi

 

RR pernah membahas praktik pencurian harta oleh orang kaya. Dalam cuitannya di Twitter, Rizal menyebutkan, jika orang yang sudah kaya, tetapi masih mengambil hak orang miskin, maka orang itu disebut bermental miskin. Cuitannya tersebut mengingatkan warganet akan kasus korupsi menteri  sosial belum lama ini.

Melalui akun Twitter pribadinya, @RamliRizal menyampaikan bahwa kemiskinan terkadang memaksa orang melakukan kejahatan. Misalnya saja mencuri untuk sekadar bisa makan. Namun, Ramli menyebutkan, ada juga orang-orang yang sudah sangat kaya sejak lahir, tetapi masih tega mengambil hak orang miskin, sehingga berarti memiliki mental miskin.

"Kemiskinan, kadang-kadang, memaksa orang melakukan kejahatan. Misalnya, mencuri sekedar untuk bisa makan. Namun ada orang-orang yang sudah sangat kaya sejak lahir, 'Born with the silver spoon' (Lahir dengan sendok perak-red), tapi kok masih tega mencuri hak si miskin. Ini yg dinamakan 'Orang kaya tapi mental miskin'," tulis akun @RamliRizal dalam cuitannya.

Sejak diunggah pada Rabu (16/12/2020), cuitan Rizal mengenai orang kaya yang mengambil hak orang miskin tersebut sudah disukai lebih dari 2.000 orang. Ada 400 lainnya yang membagikan ulang, puluhan lainnya menyertakan kutipan, dan tidak sedikit yang ikut berkomentar. Beberapa warganet jadi teringat akan kasus korupsi oleh dua orang menteri.

Baca Juga:

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...