RR: Demokrasi Mundur, KKN Meroket, Ekonomi Anjlok, Daya Beli Rakyat Anjlok, apa yang bisa Dibanggakan ?

KONFRONTASI- Dengan keprihatinan, kekecewaan dan kekhawatiran, tokoh nasional Rizal Ramli (RR) mengingatkan pemerintahan Jokowi bahwa terjadi kemunduran demokrasi, korupsi-kolusi-nepotisme meroket dan ekonomi anjlok, sementara pemakaian BuzzeRP dan utang ugal-ugalan, membuat rakyat dan bangsa ini terjerembab ke dalam ketidakberdayaan.

''Demokrasi mundur, KKN meroket, ekonomi anjlok, daya beli rakyat anjlok, apa yang bisa dibanggakan ?'' kata RR, Menko Ekuin Presiden Gus Dur.

''Masa hanya overprice (+30%) Infrasruktur, utang ugal-ugalan dan pemakaian BuzzeRP terus menelan uang rakyat,'' imbuhnya

Rizal menanggapi pernyataan akademisi dan Guru Besar dari Atomi University Jepang, Tadashi Ogawa, yang mengungkapkan bahwa: 

"Kemunduran demokrasi di Indonesia sebenarnya sebelum Corona sudah terlihat dalam berbagai bentuk. Bukan karena Covid demokrasi menurun. Justru Corona mempercepat atau memperparah pembanguanan demokrasi," ujar Tadashi Ogawa."Di Asia Tenggara bisa di katakan salah satu benteng demokrasi ada pada Indonesia. Meski demikian, yang terjadi adalah kemunduran demokrasi ini sangat disayangkan," ucapnya.

Maka dari itu, Tadashi Ogawa berharap pemerintah Indonesia bisa fokus mengevaluasi posisi aparat keamanan dalam struktur demokrasi di Indonesia. Hal itu dia utarakan lantaran melihat dinamika politik yang terjadi di negara tetangga Myanmar

"Yang harus difokuskan adalah untuk demokratisasi itu aparat keamanan seperti militer dan sebagainya, itu posisisnya seperti apa, kita anggap seperti apa? Itu sangat penting sekali," tututrnya.Indonesia menduduki peringkat ke-64 di dunia dalam Indeks Demokrasi yang diriilis The Economist Intelligence Unit (EIU) untuk tahun 2020.

Meski masih berada diperingkat yang sama, secara skor demokrasi Indonesia turun dari 6.48 menjadi 6.3 pada tahun ini. Angka ini adalah yang terendah diperoleh Indonesia selama 14 tahun belakangan.

Dia menyampaikan pandangannya di webinar series The Habibie Center bertajuk 'Covid-19, Demokrasi, Dan Ekstrimisme Berkekerasan di Indonesia', Senin (22/2/21).

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...