Rizal Ramli:'Tujuan untuk Mencapai Swasembada Pangan Dikhianati oleh Impor Pangan Ugal-Ugalan'

KONFRONTASI- Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa pekan ini. Bahkan, di Kalimantan Selatan dan lain-lain banjir bandang menewaskan setidaknya 21 orang dan harga beras/pangan  naik melejit, menyusahkan warga masyarakat. ''Tujuan untuk mencapai swasembada pangan dikhianati oleh impor ugal-ugalan  dan menunjuk pejabat yang doyan rente. Apalagi saat ini, sibuk urusin radikal-radikul dan pelihara BuzzeRP untuk hanta oposisi, lupa harga pangan terus naik dan bisa bikin rakyat tambah susah,” kata Rizal Ramli, tokoh nasional dan begawan ekonomi

Bicara soal banjir, ternyata tidak hanya bicara soal korban jiwa, ataupun korban kerusakan pada fasilitas umum, ataupun tempat tinggal. Namun, rusaknya jalur transportasi tentunya terganggu.

Image result for rizal ramli dan ulama nu

Dan tentuya menghambat jalur dan waktu pengiriman barang antara satu kota ke kota lainnya. Hal ini merupakan salah satu dampak darii gangguan ekonomi.

Karena apa?, kondisi tersebut dapat menyebabkan kenaikan pada harga pangan. Wajar adanya, jika sektor logistik tak berkutik, saat barang yang harus dikirim terjadi keterlambatan, dan akibatnya…… harga bahan pokok bisa saja mengalami kenaikan.

Adapun sebetulnya, harga pangan sudah mulai mengalami kenaikan pada awal 2021, dimana pada pekan pertama saja, sejumlah kebutuhan pokok mengalami kelangkaan.

Image result for rizal ramli dan seminar ekonomi gus dur

Tahu dan tempe misalnya saja, dua bahan makanan ini sulit didapat karena terjadinya kemacetan pada sektor impor kedelai. Tak hanya itu, cabai merah bisa menyentuh angka RP100 ribu, padahal…. pada saat normal harganya cuma Rp40 ribu.

Sementara itu, infopangan.jakarta.go.id mencatat, adanya kenaikan pada  telur, daging ayam, kentang dan gula pasir.

Redaksi  menyempatkan waktu berkunjung ke kediaman Menko Ekuin Presiden Gus Dur yang juga ekonom senior Rizal Ramli (RR) di bilangan Jalan Bangka, Jakarta Selatan, pada Jum’at (19/2) kemarin, guna meminta tanggapan terkait kenaikan bahan pokok yang terjadi saat ini.

Redaksi: Pak Rizal, apa yang menyebabkan kenaikan bahan pokok saat ini di Indonesia?

Rizal Ramli: Saya tahun lalu sudah ingatkan, bahwa akan terjadi kenaikan harga pangan yang disebabkan oleh krisis. Itu kira-kira bulan Maret tahun lalu saya katakan.

Tapi pemerintah fokusnya beda, lebih kepada proyek inilah.. itulah.. yang sebetulnya masih bisa ditunda, karena inikan kepentingan rakyat.

Rdaksi: Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah?

Rizal Ramli: kurangi impor, masih doyan impor pangan. Kita ini harusnya sadar, kita ini bisa jadi mangkuk pangan Asia

Anda kebayang gak, Australia saja, yang 3/4 wilayahnya gurun, bisa menjadi penghasil gandung dan sapi hingga mendunia. Saat ini, visi pangannya gak ada, yang ada anomali terus.

Tapi ini Indonesia, lahannya cukup, musimnya bagus. Jadi tata kelola pangan ini sangat penting untuk mencapai tujuan kesejahteran rakyat. Inikan konsisten terhadap tujuan. strategi, kebijakan dan personalia.

''Tujuan untuk mencapai swasembada pangan dikhianati oleh impor ugal-ugalan  dan menunjuk pejabat yang doyan rente. Apalagi saat ini, sibuk urusin radikal-radikul dan pelihara BuzzeRP untuk hanta oposisi, lupa harga pangan terus naik dan bisa bikin rakyat tambah susah,” kata Rizal kepada bicaralah.com

Sebagaimana diketahui, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyatakan, bahwa harga pangan dunia naik selama delapan bulan berturut-turut, pada januari mencapai level tertinggi sejak JUli 2014.

Adapun yang terjadi pada ukuran perbuhahan yakni, sereal, gula dan minyak nabati yang berada di posisi 113,3 poin pada bulan lalu dibanding sebelumnya 108,6 poin, yang direvisi naik pada Desember, dimana pada Desember tersebut berada di 107, 5 poin.

Namun tentunya, pemerintah harus bisa mengantisipasi kondisi ini agar tidak terjadi krisis pangan yang berdampak butuk pada masyarakat Indonesia. (Tim Liputan/Redaksi /Bicaralah.com)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...