Rizal Ramli soal Pemimpin Memble dan BuzzeRP, yang merusak Pembahasan Rasional dan Alternatif Kebijakan

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom senior yang juga tokoh pergerakan Dr Rizal Ramli (RR), berbicara tentang kualitas seorang pemimpin. RR mengingatkan bahwa pemimpin memble dan buzzerRp merusak dialog publik/debat publik, pembahasan rasional dan alternatif kebijakan.

Pemimpin yang memble, kata Menko Perekonomian Presiden Gus Dur itu, tidak bisa membawa suatu negara keluar dari situasi krisis.

“Sebaliknya pemimpin hebat, mampu mengatasi berbagai persoalan bangsa keluar dari situasi krisis walaupun kondisinya sangat berat,” ujarnya dalam wawancara khusus dengan Channel FNN TV di Jakarta, Selasa (6/4).

Seperti diketahui, saat ini indeks demokrasi Indonesia terus mengalami penurunan. Hal itu, menurut Rizal Ramli, terjadi akibat Indonesia semakin otoriter. Sementara kemakmuran masyarakat anjlok akibat daya beli rakyat yang terus melemah.

Kondisi ini kemudian diperparah dengan kehadiran buzzer bayaran yang dibiayai oleh yang kuasa dan anggaran negara.

BuzzeRP adalah sampah demokrasi yang merusak pembahasan rasional dan alternatif kebijakan,” ujar mantan Menko Kemaritiman itu.

Rizal Ramli juga berbicara tentang kemungkinan pergantian kepemimpinan nasional akibat krisis ekonomi.

Sebelumnya, Rizal Ramli juga blak-blakan dalam acara Bang Arif Channel yang ditayangkan oleh Forum News Network, beberapa waktu lalu.

Mengawali ngobrol dengan sosiolog yang juga jurnalis tersebut, ekonom senior Rizal Ramli bicara tentang sosok Presiden BJ Habibie dan Gus Dur. Dia mengatakan, kedua presiden tersebut sangat demokratis. Pasalnya, kata Mantan Menko Perekonomian itu, keduanya lama hidup di luar negeri. Kerena itu, mereka menganggap kritik sebagai hal yang normal dalam kehidupan berdemokrasi.

Keduanya, kata Rizal Ramli, tenang saja ketika dikritik. Habibie lebih banyak di luar negeri, dia membaca koran bahasa Jerman dan malam nonton CNN. Gus Dur juga demikian. “Dia cuek saja dengan kritikan. Tidak mikirin, emang gue pikirin,” ujar Rizal Ramli.

Jadi, keduanya, kata Rizal Ramli sangat demokratis mulai di dalam dirinya. “Keduanya sangat demokratis sampai di dalam dirinya,” ujarnya. (Konfront/ry)

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...