Rizal Ramli Sesalkan Polisi Borgol Aktivis (KAMI), Polisi Jangan jadi Alat Kekuasaan. Ini Penjelasan RR

 KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom senior Rizal Ramli (RR) menyesalkan atas perlakuan pihak kepolisian kepada sejumlah aktivis pergerakan (KAMI) yang ditangkap lantaran terkait dengan aksi demonstrasi penolakan terhadap Omnibus Law, Undang-Undang Cipta kerja. RR, mantan Menko Bidang Kemaritiman ini menyoroti kebijakan Polri yang memborgol Jumhur Hidayat dan sejumlah aktivis lain. Alasannya, para aktivis itu bukan teroris atau koruptor.

"Kapolri, Mas Idham Azis mungkin maksudnya memborgol Jumhur, Syahganda dkk supaya ada effek jera. Tetapi itu tidak akan efektif dan merusak image Polri, ternyata polisi hanya jadi alat kekuasaan — it’s to far off-side ! Mereka bukan terorist atau koruptor," tulisnya di akun Twitter resminya, @RamliRizal, Jumat (16/10/2020) pagi.   ''Ketika pemerintahan Gus Dur, Menko RR dan Menko SB Yudhoyono   memisahkan Polri dari TNI, kami membayangkan Polri akan dicintai karena jadi pengayom rakyat. Hari-hari  ini kami tidak menyangka Polri jadi multi-fungsi.. too much , pake borgol-borgol  aktifis segala. Noraklah,'' tegas RR, Menko Ekuin Presiden Gus Dur

Rizal Ramli, Harapan Rakyat bagi Keadilan Sosial dan Kebangkitan Ekonomi |  Konfrontasi

Cuitan Rizal Ramli itu menanggapi komentar senada yang dilontarkan akademisi Indonesia, Jimly Asshiddiqie (Mantan Ketua MK). Jimly berharap aparat keamanan untuk lebih bijaksana dalam menegakkan kebenaran.

"Ditahan saja tidak pantas apalagi diborgol utk kepentingan disiarluaskan. Sbg pengayom warga, polisi hrsnya lebih bijaksana dlm menegakkan keadilan & kebenaran. Carilah orang jahat, bukan orang salah atau yg sekedar "salah"," tulisnya dalam unggahannya, Jumat (16/10/2020).

Rizal Ramli, Harapan Rakyat bagi Keadilan Sosial dan Kebangkitan Ekonomi |  Konfrontasi

 

Seperti diketahui, tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Sumatra Utara (Sumut) telah menangkap delapan pegiat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Empat orang ditangkap di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Depok, dan empat lainnya ditangkap di Medan, Sumut.

Para pegiat KAMI yang ditangkap tersebut yakni Juliana, Devi, Wahyu Rasari Putri, Khairi Amri, Kingkin Anida, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat.

(ff)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...