21 July 2018

Rizal Ramli Peringatkan: Sistem Pilpres Kita Bertentangan dengan UUD 1945

KONFRONTASI- Tokoh nasional  Dr Rizal Ramli mengatakan, bahwa sistem pemilihan Presiden (Pilpres) yang berlangsung di Indonesia bertentangan dengan UUD 1945. Rizal Ramli, mantan Menko Ekuin/Menko Kemaritiman, juga mengatakan, seharusnya siapa saja bisa mencalonkan diri sebagai Presiden.

Menurutnya, jika pada Pilpres 2019 nanti akan banyak hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Apalagi, jika ketetapan Presidential Threshold (PT) 20 persen dihapuskan.

“Temen-teman mengajukan supaya PT nol persen. Ada kekawatiran kalau nol calonnya akan banyak. Tidak ada masalah karena nanti pada tidak gelontoran dana,” kata Rizal Ramli, di Jakarta Senin (9/7/2018) petang.

 

Hasil gambar untuk Rizal ramli R

Hasil gambar untuk Rizal ramli R

Dengan PT 0 persen, kata Rizal tidak akan ada proyek dagang sapi. Justru sistem Pemilihan pemimpin di Indonesia sekarang ini, juga melanggengkan money politik dan praktik politik dagang sapi, di mana orang yang tidak kompeten tetap didukung partai karena memiliki uang.

Sebagi contoh Rizal menceritakan, tentang proses pemilihan di Prancis. Dimana, Emmanuel Macron yang merupakan tokoh baru membuat partai dengan berbekal anggora di Facebook yang berjumlah 200 ribu orang.

 

Namun, partai besutan Emmanuel Macron itu bisa ikut pemilu melawan partai dan tokoh besar. Partai tersebut bahkan tampil sebagai pemenang karena rakyat Prancis ingin perubahan di negaranya. 

Rizal Ramli : Sistem Pemilihan Pemimpin di Indonesia Bertentangan Dengan UUD 1945

Ekonom senior Rizal Ramli menyebut ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) sebesar 20 persen dalam sistem Pemilihan Presiden (Pilpres) yang dianut Indonesia saat ini melanggengkan politik uang dan praktik politik ‘dagang sapi’. Hal ini mengakibatkan orang yang tidak kompeten tetap didukung partai karena memiliki uang.

Menurut Rizal,  menghadapi Pilpres 2019 mendatang Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak perlu melakukan hal tersebut.

 

“Presiden tidak perlu dagang sapi dengan partai, tidak perlu bagi-bagi duit,” ujar Rizal di rumahnya, Jl Tebet Dalam Barat, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

Rizal Ramli: Presiden Tak Perlu Dagang Sapi dengan Partai

Kemudian dia mencontohkan proses pemilihan di Perancis. Saat itu Emmanuel Macron yang merupakan tokoh baru membuat partai dengan berbekal anggota di Facebook yang berjumlah 200 ribu orang. Partai besutan Emmanuel ini bisa ikut pemilu melawan partai dan tokoh besar. Partai tersebut bahkan tampil sebagai pemenang, karena rakyat Prancis ingin perubahan.

“ltu kan aspirasi rakyat kalau lihat ceritanya, rakyat memilih presiden dulu, habis itu memilih anggota DPR-nya menang mayoritas,” tutur Rizal.

“Tidak perlu juga bertukar menteri yang kagak becus diangkat jadl menteri hanya karena pertimbangan partai, itulah sistem presidential,” tambahnya.

Category: 
Loading...