Rizal Ramli: Para Capres 2019 Harus Paparkan Visi Pembangunan Ekonomi Berkeadilan

KONFRONTASI- Indonesia memiliki pengalaman pahit dalam menghadapi ketimpangan. Salah satunya, krisis 1998 yang terjadi karena ada ketimpangan antara bumiputra dengan kelompok bisnis mapan.

Atas alasan itu, ekonom senior DR Rizal Ramli (RR) ingin para calon presiden memaparkan kebijakan pro bumiputra yang akan diambil jika memimpin negeri lima tahun ke depan.

“Kami sangat ingin bertanya kepada kedua capres, apakah mereka punya komitmen pada visi pembangunan yang bertumpu kepada pertumbuhan ekonomi dan keadilan (growth with equality), sehingga bermanfaat untuk kemajuan dan kesatuan Indonesia?” tanya RR di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Partai Berkarya

Menurutnya, selama ini kedua capres tidak pernah membahas secara terbuka mengenai ketimpangan antara bumiputra dengan kelompok bisnis yang lebih mapan.

Padahal, jika isu ini dibiarkan, maka bisa berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial dan mengulang kerusuhan di negeri ini. Seperti kerusuhan di Solo tahun 1980-an, Situbondo, Jawa Timur 1996 dan peristiwa Mei 1998 di Jakarta.

“Pertanyaan mendasar, apakah kita akan terus membiarkan kecemburuan sosial dan ekonomi itu terus berlangsung?” tegas Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Maka dari itu, ketimpangan sosial harus dihapus. Seperti biasa dia mencontohkan kondisi ketimpangan ini dengan gelas anggur yang lebih besar di atas.

Menurutnya, pembangunan jika hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi saja, sering menimbulkan berbagai masalah ekonomi dan sosial di seluruh dunia.

“Penting dan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan (growth with equality) sehingga menciptakan harmoni yang langgeng diantara berbagai latar belakang sosial dan kelompok etnis di Indonesia,” tegasnya lagi.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...