Rizal Ramli Memperjuangkan Keadilan Sosial, Tokoh yang Fenomenal, ungkap Serikat Pekerja BTN

KONFRONTASI- Ketua Serikat Pekerja BTN, Satya Wijayantara menilai begawan ekonomi Rizal Ramli sebagai tokoh yang fenomenal.

Hal tersebut didasari oleh keberhasilan Rizal Ramli menyelamatkan Bank BTN dari keterpurukan pada tahun 2004 dan 2005.

“Keberpihakan Bang Rizal pada rakyat merupakan hal yang nyata. Apalagi pada tahun 2014 dan 2005, Bang Rizal berhasil menyelamatkan BTN dengan pemikiran jenius (tahun 2014 terhindar dari akuisisi Bank Mandiri). Ini karena Bang Rizal punya nilai-nilai ekonomi kerakyatan sehingga menyelamatkan BTN,” ujar dia tulis Kamis (17/5/2018).

Wijayantara menambahkan sosok Rizal tidak bisa dilepaskan dengan mantan eks Presiden Abdulrahman Wahid. Rizal Ramli sendiri memang dekat dengan mantan Presiden RI tersebut.

“Kita di sini memang terinspirasi Gusdur. Gusdur itu juga yang menyelamatkan BTN. Saya sendiri, selaku ketua pekerja pernah dipecat, tapi kembali bekerja karena campur tangan Gusdur,” beber dia.

Dengan alasan itu, lanjut Wijayantara, Serikat Pekerja BTN sempat mengundang Rizal Ramli untuk memberikan orasi kebangsaan untuk membangkitkan nilai-nilai ekonomi.

“Karena saat ini telah terjadi ketidakadilan terhadap ketimpangan ekonomi. Dan itulah yang menjadi konsen serikat bekerja. Bagaimana kita membuat ekonomi dapat berpihak ke rakyat,” tandas dia.

Ekonom senior Rizal Ramli menjelaskan latar belakang Indonesia tidak memilih mazhab ekonomi kapitalis dan komunis saat orasi kebangsaan di Munas Serikat Pekerja BTN, di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Selasa (15/5) malam

Menurut Rizal depresi ekonomi dunia selama 10 tahun akibat kapitalisme yang ugal-ugalan membuat pendiri Republik Indonesia tidak memilih kapitalisme libaral dan tidak memilih sisi pemikiran lain yakni komunisme atau sosialisme.

Ekonomi Indonesia sesungguhnya berada ditengah kedua mazhab tersebut dan sesuai dengan konstitusi negara.

"Pendiri republik ini tidak ingin Indonesia dimasa depan menerima akibat dari kapitalisme liberal yang selalu ugal-ugalan," beber Rizal.

 

Lebih lanjut Rizal menilai dalam pembangunan ekonomi tidak melulu mempertimbangkan mazab yang dipilih.

Baginya jika dirinya diberi kesempatan untuk berkotribusi bagi negeri, Rizal tidak ingin hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan rakyat juga menjadi hal penting yang harus diseimbangkan.

Ia juga memastikan bakal tetap menjadi lawan setiap orang yang memiliki pemahaman neoliberal.

 

Menurutnya neolib hanya membesarkan perusahaan-perusahaan asing dan sistem itu juga tidak dapat membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai di atas tujuh persen. Sebab model neolib ini adalah model yang bergantung dari pinjaman.

"Yang kita inginkan, pertumbuhan tapi juga ada peningkatan kesejahteraan, ada share growth yakni ada manfaat dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri," ujar Rizal. (KG)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...