2 April 2020

Rizal Ramli: Jaga Marwah NKRI, Menhub Batalkan Rencana Jual Bandara Soekarno-Hatta ke Asing

KONFRONTASI- Menteri Perhubungan Budi Karya memberi kabar kepada Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli bahwa “Bandara Soekarno-Hatta tidak akan dijual. Gagasan dan ide lain sedang dibahas Menhub.

''Barusan Menteri Perhubungan Budi Karya mengirim WA ke  saya, bahwa “Bandara Soeta tidak akan dijual”. Ide-ide  lain sedang  dibahas. Saya ucapkan terimakasih  kepada Menhub dan saya katakan,”Marwah NKRI perlu dijaga,'' kata Rizal Ramli, tokoh nasional. dalam media sosial twiternya, Minggu ini (12/11/17).

Teknokrat senior Rizal Ramli menolak tegas rencana penjualan Bandara Soekarno-Hatta karena hal itu menyangkut marwah bangsa dan negara, serta bisa menimbulkan kegaduhan di kalangan publik. Menurut RR, rencana menjual bandara Soeta ke asing tidaklah pantas, tak etis dan tak patut  karena merendahkan  marwah NKRI.

Bandara Soekarno-Hatta adalah salah satu bandara paling menguntungkan, namun mau dijual Jokowi-JK ke pihak asing akibat rezim salah urus lalu kesulitan duit. Dulu di era Presiden Megawati 2002,  pun Mega juga mau  jual bandara Soekarno-Hatta, namun keluarga Hatta bilang jual saja bagian Soekarno, tapi bagian Hatta jangan dijual. ''Itulah  nasionalisme keluarga Hatta, sekaligus kritik mendasar dari keluarga Bung Hatta dan akhirnya Megawati tak jadi jual bandara ini,'' kata seorang mantan demonstran ITB..

Sebagaimana diketahui Ketua Tim Pelaksana Koordinasi Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan pemerintah akan menggunakan skema Limited Concession Scheme (LCS), dengan membuka peluang bagi swasta untuk sama-sama menggarap proyek infrastruktur.

Menurutnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta bisa menjadi pilot project yang ideal untuk penerapan LCS pertama di Indonesia. Untuk itu, pihaknya telah berbicara dengan Kementerian Perhubungan untuk mengkaji skema ini.

"Kalau dibanding negara lain, pendapatan per kapita masih rendah. Ini ada ruang untuk diimprove, karena ini yang besar. Kalau dikerjasamakan dengan swasta pasti uangnya besar. Hanya Kemenhub minta kaji dulu yang lain, ini kita kaji dan sampaikan ke Menhub. Ini kan hal baru, kita sangat percaya diri," kata Wahyu di Jakarta, Kamis (17/11).

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...