Rizal Ramli Ingatkan: Sri Mulyani tak punya pengalaman Perbaiki unit usaha/ BUMN yang Rusak jadi Baik, tapi malah Bikin Skandal Bank Century & kasus aset BLBI

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) memperingatkan bahwa  Menkeu terbalik Sri Mulyani Indrawati (SMI)  tidak punya pengalaman korporasi, tak punya  pengalaman/skill mrmperbaiki unit usaha/ BUMN yang rusak menjadi baik. ''Yang ada di tangannya justru skandal skandal keuangan seperti  skandal  Bank Century dan penjualan aset BLBI,'' kata RR, Menkeo Ekuin Presiden Gus Dur. 

''Memang SMI tidak punya pengalaman korporasi, tak punya pengalaman memperbaiki unit usaha/ BUMN yg rusak menjadi baik. Yang ada skandal skandal keuangan seperti Century dan penjualan aset BLBI. Diberi kuasa luar biasa, ngawur. Saya lihat Pak Jokowi  nyungsep bersama SMI,'' tuturnya

Image result for sri muklyani

Menurut ekonom senior itu,  tidak semudah “angin sorga” yang diucapkan oleh ‘Menkeu Terbalik’ Sri Mulyani,  bahwa ekonomi Indonesia akan melesat 5,5% tahun 2021 — wong sebelum covid saja rata-rata hanya 5,1%.

Selain masalah pandemik, pertumbuhan kredit sangat rendah, bahkan negatif (-1,39% November 2020). Terendah sejak krisis ekonomi 1998, karena likwiditas di masyarakat dan lembaga keuangan tersedot setiap kali pemerintah menerbitkan Surat utang Negara (SUN), apa yg disebut sebagai “crowding-out”. 

"Jadi boro-boro nambah, likwiditas di masyarakat “disedot” — itulah yg menyebabkan daya beli rakyat semakin merosot, " jelasnya. 

Di bidang fiskal, keseimbangan primer negatifnya semakin besar. Artinya hanya untuk bisa membayar bunga utang, harus meminjam lebih besar lagi dengan bunga lebih tinggi dari negara-negara yag ratingnya lebih rendah dari RI – sudah bagaikan “Menggali Lobang, Menutup Jurang”. Menunjukkan bahwa pengelolaan fiskal amburadul dan ugal2an – walaupun dengan muka tebal tetap bela diri bahwa ‘pengelolaan fiskal hati-hati (prudent).

"Itulah yg menjelaskan kenapa otoritas panik, tabrak sana-tabrak sini untuk memperbesar likwiditas: paksa BI cetak uang 350 triliun, pakai uang Haji (38,5 triliun) untuk infrastruktur, Uang Wakaf, naikkan pajak pulsa dan token dan sebagainya, " beber Rizal. 

Bukannya menghentikan semua proyek infrastrukur selama 2 tahun (seperti Krismon 1998), tapi genjot terus dari 281 triliun (2020) naik jadi 417 triliun (2021), salah satunya dengan mengurangi anggaran pandemi dari 212 triliun (2020) dikurangi jadi 169 triliun (2021). Jelas tidak ada fokus dan prioritas, terus genjot infrastruktur walaupun ekonomi rakyat sudah berantakan. Kenapa ? Karena bancakan (mark-up) proyek-proyek infrastruktur itu 10-20%. Jelaskan motifnya?

"Ada perbaikan di ‘current account defisit’, karena impor anjlok lebih besar dan sedikit kenaikan ekspor, " terangnya. 

Jika pengeluaran untuk golongan bawah terus ditingkatkan, melalui transfer langsung via perbankan, seperti yang dianjurkan Rizal sejak Maret 2020, bukan model Bansos, yang dikorupsi gila-gilaan oleh elit partai. Ada harapan ekonomi bisa tumbuh 2%-an tahun 2021. 

"Tapi kalau terus tanpa fokus dan tanpa priorotas seperti selama ini, yo ambyar, " pungkasnya.

(berbagai sumber)

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...