Rizal Ramli: Ekonomi mengalami Kontraksi dan Nyungsep karena ditangani secara Amatiran dan Konssitensi terhadap visi misi Tidak Ada

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) menilai ekonomi mengalami kontraksi dan nyungsep karena perekonomian ditangani secara amatiran, bukan dengan sains/profesionalitas. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tercatat terkontraksi sebesar 2,07 persen. Angka ini baru saja disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut Ketua BPS Suhariyanto, negatifnya pertumbuhan ekonomi secara kumulatif ini merupakan kali pertama terjadi dalam 20 tahun terakhir. Tepatnya sejak krisis moneter pada 1998. "Untuk pertama kalinya ekonomi Indonesia kontraksi sejak 1998. 1998 karena krisis moneter dan 2020 pandemi," ujar Suhariyanto dalam rilis BPS secara virtual, Jumat (5/2/21).

''Kok bisa sampai nyungsep ? Itu karena penguasa menyelesaikan masalah bukan dgn science,, tapi berdasarkan 'hearsay' (kata siini siitu). Krisis ekonomi ditangani secara coba-coba, amatiran oleh pelaku skandal keuangan, yg tidak punya track record 'turn-around".Malah fakta fakta dikacaukan oleh buzzeRP bayaran,'' kata RR, Menko Ekuin Presiden Gus Dur.

''Yo ambyar,'' imbuh RR

''Konssitensi terhadap visi misi tidak ada, hanya jadi alat kampanye belaka,, sehingga tidak aneh penunjukan personalia hanya soal bagi bagi  kekuasan & kesempatan,'' ujar RR.

''Kabinet sangat gemuk, tidak efisien & tidak efektif. Belum lagi banyak yang napsu KKN-nya serem. Yo visi & misi buyaar. Kelihatan tondo tondo  TKO,'' ungkap RR

Selain itu, posisi utang Pemerintah akhir tahun 2020, menurut APBN Kita edisi Januari 2021 sebesar Rp6.074,56 Triliun, dengan rasio atas PDB sebesar 38,68%. Asumsi PDB saat itu sebesar Rp15.705 T. Rilis BPS 5 Feb melaporkan PDB sebesar Rp15.434,2 Triliun. Rasio pun naik menjadi 39,36%.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...