Rizal Ramli di Hanoi: Diskusi Reformasi Ekonomi Vietnam, Tumbuh 7,2% dan Surplus Perdagangan

KONFRONTASI- "Dengan rencana doi moi (reformasi ekonomi di Vietnam), Vietnam tumbuh pesat. Tumbuh 7,2 persen tahun 2018 dan neraca perdagangan surplus,'' demikian pesan Dr Rizal Ramli, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur dari Hanoi, Vietnam,Selasa ini.

Beberapa hari tidak terlihat di ibukota, ekonom senior Rizal Ramli ternyata tengah berada di Republik Sosialis Vietnam untuk menghadiri seminar dan berdiskusi dengan sejumlah ekonom internasional lain terkait pembangunan ekonomi Vietnam. Rizal Ramli mengunggah satu foto yang memperlihatkan dirinya sedang berada di ruang pertemuan di akun Twitter miliknya, Selasa (23/4).


"Sedang diskusi pengalaman pembangunan Vietnam di DAV, Hanoi," tulis Rizal Ramli.

Dalam potret pertemuan tersebut, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI ini tampak tersenyum di tengah orang-orang yang duduk di meja berbentuk oval.


RR, sapaan Rizal Ramli mengatakan, Ekonomi Vietnam bisa tumbuh pesat dengan melakukan reformasi.
 

"Dengan rencana doi moi (reformasi ekonomi di Vietnam), Vietnam tumbuh pesat. Tumbuh 7,2 persen tahun 2018 dan neraca perdagangan surplus," jelasnya.

Capaian itupun sesuai dengan prediksinya saat dirinya bertandang ke Hanoi 17 tahun silam guna me-review rencana 20 Tahun Ekonomi Vietnam. Saat itu, jelas RR, stafnya yang merupakan lulusan S2 FEUI pesimis jika Vietnam bisa maju.

"Pada waktu itu, RR katakan 'Vietnam bangsa hebat, bisa kalahkan Perancis & Amerika. Mereka memiliki tekad dan organisasi yang kuat. Mereka akan berhasil'," kenang RR.

Sontak, unggahannya tersebut langsung dibanjiri pujian dair warganet. Tak sedikit yang memuji kepiawaian RR dalam hal perekonomian. Ada juga yang membandingkan performa perekonomian Vietnam dengan Indonesia yang terpuruk.

"Pokoke RR top of the top, best of the best, core of the core. Tiada duanya," tulis Sahat M Refileo.

"Yang ngejek Bapak kemarin enggak sadar dan tahu diri dengan kemampuannya. Makanya cuma bisa ngejek saja. Semangat Pak RR," balas Dicky Bhakti.

Tak hanya itu, perekonomian Vietnam yang berhasil berkat campur tangannya itu justru disesalkan warganet lantaran kondisi bangsa Indonesia yang melahirkan sosok RR justru terpuruk.

‏"Sebentar lagi juga Indonesia bakal di-overtake sama Vietnam lalu Myanmar kalau Indonesia gini-gini aja. Naik 5 persen saja sudah sulit, 7 persen mustahil," cuit Soegiarto (KF/SUmnber/RMOL)

 

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...