24 April 2019

Rizal Ramli: Defisit Dagang 2018 RI Paling Payah

KONFRONTASI- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2018, yang mengalami defisit US$8,57 miliar. Defisit itu menjadi yang terbesar, sejak BPS mencatat neraca perdagangan pada 1975. Menanggapi hal ini, Ekonom Senior Rizal Ramli buka suara untuk mengingatkan pemerintah..

Bagi Menko Perekonomian Presiden Gus Dur itu,  inilah neraca perdagangan paling payah di era Presiden Joko Widodo.  Rizal mengingatkan Jokowi, bahwa ekonomi itu bukan hanya soal infrastruktur. Ekonom tak lain menurutnya adalah soal daya beli, lapangan pekerjaan dan neraca keuangan.  

"BPS telah mengumumkan, ini defisit perdagangan paling payah. Pak Jokowi, ekonomi itu bukan hanya soal  infrastruktur, ekonomi itu juga soal daya beli, pekerjaan, neraca keuangan," kata Rizal Ramli saat diskusi di Jakarta Selatan, Selasa 15 Januari 2019. 

Rizal menambahkan, Jokowi sudah tak sinkron antara visi-misi, strategi, kebijakan dan personalia. Untuk itu, ia menyarankan agar konsisten menjadi pemimpin, agar sukses.

"Pak Jokowi enggak nyambung antara visi-misi, strategi, kebijakan dan personalia. Pemimpin yang sukses itu, yang berhasil selalu ada konsistensi," ucapnya. (hd)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...