22 September 2019

Rizal Ramli Cemaskan Terjadi “Creeping Crises” (Krisis merangkak)

KONFRONTASI- Krisis merangkak (Creeping Crises)  terjadi jika indikator macro terus merosot, daya beli melemah dan perusahaan yang gagal bayar (default) dan ‘zombie’ semakin banyak. Jika kelemahan makro bersamaan dengan kelemahan mikro, terjadilah krisis. Apalagi faktor global mengarah resesi. Ini bisa berbahaya bagi pemerintahan Jokowi.

Andalan utama Menteri Keuangan ‘terbalik’  (Sri Mulyani) hanya tambah utang dengan bunga tinggi, dan uber pajak ‘’sing printil’’ seperti UKM. Era  pemerintahan Pak Jokowi, peningkatan utang punya  dua (2)  fungsi: Pertama, membiayai defisit dan menopang Rupiah (?). Tanpa utang Rupiah jebol, saking sangat tidak kreatifnya.

Miskin kreatifitas dan terobosan Menkeu “terbalik” itulah yang menjelaskan kenapa ekonomi 2020 pemerintahan Jokowi hanya tumbuh 5,3%. Padahal bisa 6,5 -7 % . Karena andalannya hanya utang, tanpa kreatifitas utk memacu sumber-sumber  pertumbuhan lain.

DR. Rizal Ramli, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur

19 Agustus 2019.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...