Rizal Ramli Berduka Cita: ''Sahabat Saya Dr Daniel Dhakidae Telah Berpulang. Rest In Peace.''

KONFRONTASI- Tokoh nasional Dr Rizal Ramli MA (RR)  menyampaikan dukicata yang mendalam atas wafatnya aktivis dan inteligensia Dr Daniel Dhakidae MA. ''Sahabat DR. Daniel Dhakidae meninggal dunia akibat serangan jantung, pkl 07.23 tadi. Daniel sahabat lama,, teman sama sama ketika RR menjadi Redaksi  jurnal Prisma,''kata RR,

''Daniel & RR menulis pemgantar buku Frans Seda, "Simponi Tanpa Henti". Daniel seorang intelektual tanpa lelah. May He Rest in peace,'' ujar RR

Image

Mantan Kepala Litbang Kompas yang juga dikenal sebagai akademisi itu, Daniel Dhakidae, tutup usia pada Selasa (6/4/2021). "Ya, benar," kata Wakil Pemimpin Umum Kompas, Budiman Tanuredjo, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa. Daniel Dhakidae meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung. Pada Selasa dini hari sekira pukul 03.00 WIB, ia dilarikan ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Center, Jakarta Selatan. Pada pukul 07.24 WIB, Daniel mengembuskan napas terakhir.

Jenazah rencananya akan disemayamkan di rumah duka di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta. Kepergian Daniel Dhakidae merupakan kehilangan besar bagi media massa dan kalangan akademisi.  Selama ini, Daniel dikenal sebagai akademisi yang mendalami studi media dan demokrasi, terutama terkait kekuasaan.

Dia mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara dari Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (1975), kemudian meraih Master of Arts  dan PhD bidang Ilmu Politik dari Cornell University, New York  (1987). Di Kompas, Daniel Dhakidae menjabat sebagai Kepala Litbang sejak 1994 sampai 2006. "Setelah pensiun, dia (Daniel Dhakidae) menjabat Kepala Ombudsman Kompas," ujar Budiman. 

Peringatan Peristiwa Malari | ANTARA Foto

.Mantan aktivis UGM Daniel Dakidae (kiri) bersama` mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Joko Santoso, Mantan aktivis Malapetaka 15 Januari (Malari) dr Hariman Siregar,  aktivis senior/Pengacara senior Adnan Buyung Nasution (kedua kanan) dan  tokoh 1965 A.Rahman Tolleng (kanan) saat Mengenang 40 Tahun Peristiwa 15 Januari 1974 di Jakarta, Rabu (15/1/2014). Peringatan tersebut dihadiri sejumlah mantan aktivis Malari dan aktivis organisasi mahasiswa serta pemuda (foto: Antara). 


Mungkin gambar 4 orang dan orang tersenyum
Almarhum Bang Daniel Dhakidae bersama aktivis/sutradara teater Isti Nugroro, aktivis/dosen Sekolah Pasca Sarjana Univ.Paramadina Herdi Sahrasad dan aktivis Bambang Subono dkk sehabis seminar Malari/Indemo di University Club - UGM Yogyakarta 2018 lalu.

Berpulangnya mantan Kepala Litbang Kompas dan   Pemimpin Redaksi ''Prisma'', Bang Daniel Dhakidae, bagi  kalangan aktivis dan redaksi Konfrontasi sangat mengejutkan dan meninggalkan duka mendalam.''Beliau sangat concern dengan demokrasi, kemanusiaan dan banyak sekali kisah dan cerita suka duka yang sudah beliau sampaikan kepada kami selama mengelola ''Prisma '' bertahun-tahun masa Orde Baru,'' kata Herdi Sahrasad dari Sekolah Pasca Sarjana Univ.Paramadina. ''Pengalamannya sebagai Kepala Litbang Kompas pun sangat menarik karena menjadikan Kompas itu industri pengetahuan,''ujar Herdi.

Direktur Pusat Studi Media dan Demokrasi Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Wijayanto menyebutkan, kepergian Daniel merupakan kehilangan besar bagi kalangan akademisi. "Kehilangan besar dalam studi media dan demokrasi," kata Wijayanto kepada Kompas.com, Selasa (6/4/2021). Menurut Wijayanto, Daniel Dhakidae merupakan sosok multidimensi.
(berbagai sumber/KCM/Antara)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...