Rini Sumarno Masuk Kabinet, Jokowi Bakal Menuai Badai

JAKARTA-Nama mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Sumarno di mata publik sudah negatif, bermasalah.  Rini  disodorkan PDIP jadi calon menteri. Kenapa PDIP menyodorkan nama Rini padahal dia bukan fungsionaris partai? Rini SUmarno bakal menuai protes dari publik karena dianggap sebagai bagian dari mafia migas dan pernah tersangkut BLBI.

Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari memastikan nama Rini Sumarno direkomendasikan langsung Megawati Soekarnoputri.

"Itu karena privilege Bu Mega," kata Eva ketika bebicara dalam talkshow Mata Najwa yang disiarkan live di salah satu stasiun televisi swasta nasional, sesaat lalu (Rabu, 22/10).

Eva menjelaskan nama Rini Sumarno merupakan satu dari belasan nama calon menteri yang disodorkan banteng moncong putih kepada Jokowi. Awalnya PDIP memberikan 10 nama, namun belakangan disusulkan beberapa nama tambahan karena ada nama-nama baru hasil pendalaman internal.

Lebih lanjut Eva memastikan jatah PDIP di kabinet juga sudah berubah. Sebelumnya dari 10 calon yang disodorkan PDIP maka yang jadi menteri hanya 5 saja.

"Saya dengar perkembangannya jadi enam," pungkas Eva.

Kabarnya Jokowi akan menunjuk Rini sebagai menteri negara badan usaha milik negara (BUMN). Mantan CEO Astra Internasional yang juga Ketua Tim Transisi itu dinilai memiliki pengalaman yang cukup untuk mengisi pos kementerian BUMN.

Namun seiring dengan kabar itu, penolakan publik terhadap Rini masuk kabinet juga tersebar luas.Ikatan Santri Indonesia Sarungan (ISIS) misalnya meminta Jokowi tak merekrut Rini karena terlibat dalam kasus BLBI.

"Kita ingin menolak Rini Sowandi menjadi bagian pemerintahan Jokowi," kata Ketua kordinator ISIS Darwi di depan Kantor Transisi Jokowi-JK, jalan Situbondo nomor 10, Jakarta Pusat (Ahad, 10/8).

Belakangan Rini disebut-sebut satu dari delapan calon menteri yang diminta KPK tak dipilih, karena menurut Ketua KPK Abraham Samad dalam waktu dekat akan jadi tersangka.[dem]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...